Kemenag: 98 Persen Masjid dan Mushala Terdampak Bencana di Aceh Sudah Berfungsi
📅 Jumat, 06 Feb 2026, 08:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
BANDA ACEH - Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Aceh mencatat 98 persen dari 737 Masjid maupun Mushalla di Aceh yang terdampak bencana sudah kembali berfungsi meskipun dalam kondisi darurat.
"Berdasarkan data yang telah diverifikasi, sudah 98 persen Masjid dan Mushalla yang terdampak kembali berfungsi, tetapi masih dalam kondisi darurat," kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, di Banda Aceh, Kamis (5/2).
Azhari menyampaikan, berdasarkan data yang direkap dari seluruh daerah terkena banjir dan longsor, terdapat 737 masjid/mushala terdampak, dan 725 diantaranya sudah berfungsi (98 persen), sedangkan 12 lainnya belum aktif karena rusak berat bahkan hilang.
"Jadi, sebagian besarnya memang beroperasi secara darurat dengan sumber daya yang ada," ujarnya.
Adapun 12 masjid/mushala yang belum beroperasi tersebut yakni mushala Baitul Banian Serbajadi Kabupaten Aceh Timur (hanyut), masjid At Taqarrub Riseh Teungoh Kabupaten Aceh Utara (dibawa arus).
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian, mushala Nurul Hikmah di Timang Gajah dan mushala Muttaqin serta masjid Jamik Mukhlisin di Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah (banjir dan longsor).
Selanjutnya, lima rumah ibadah di Kabupaten Gayo Lues, yakni mushala Serkil Putri Betung, mushala Nurul Huda Pantan Cuaca, masjid Baiturrahim dan Al Ikhlas di Tripe Jaya, serta masjid Nurul Iman di Putri Betung (hanyut/hilang).
Lalu, masjid Al Mabrur Samalanga Kabupaten Bireuen, dan terakhir masjid Al Hikmah Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang, kedua masjid tersebut roboh dan terbawa arus banjir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Azhari mengatakan, banyaknya masjid yang sudah berfungsi pasca dua bulan lebih bencana ini karena semangat gotong royong, baik oleh ASN Kemenag sendiri, serta antusiasme masyarakat setempat.
Selain itu, juga adanya bantuan dari Kemenag serta berbagai pihak lainnya berupa Al Quran, sajadah, alat-alat kebersihan dan lainnya, termasuk alat berat yang membantu memindahkan lumpur bekas banjir dari lingkungan masjid.
"Masyarakat bersama-sama melakukan pembersihan, termasuk ASN kita kerahkan, dan banyak pihak lainnya. Bahkan, saat kita bersihkan masjid, ada alat berat mau membantu, kita hanya mengisi BBM nya saja," katanya.
Azhari menuturkan, masjid/mushala yang rusak berat, sedang dan ringan bakal (diluar yang hilang) diberikan bantuan renovasi oleh Kemenag RI dan saat ini masih dalam proses, yaitu untuk masing-masing masjid Rp50 juta, dan mushala Rp30 juta.
"Bantuan tersebut bisa digunakan untuk membeli pompa air jika airnya tidak bersih, genset, tikar shalat, serta kebutuhan mendesak lainnya," tegasnya.
"Harapan kita, masjid/mushala yang rusak ini kembali bersih dan berfungsi dengan baik untuk masyarakat beribadah. Apalagi, sebentar lagi kita mau memasuki bulan suci Ramadhan," demikian Azhari.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!