Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kejar Net Zero 2050! Menperin Ungkap Jurus Rahasia: Olah Limbah Jadi Air Bersih Skala Industri

📅 Rabu, 29 Apr 2026, 22:50 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kejar Net Zero 2050! Menperin Ungkap Jurus Rahasia: Olah Limbah Jadi Air Bersih Skala Industri Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (dua dari kiri) menyaksikan penandatanganan kerja sama strategis antara PT CITIC Envirotech Indonesia, PT Indonesia Water Solutions, dan Yantai Jinzheng Eco-Technology Co., Ltd dalam menghadirkan solusi pengolahan air, air limbah, serta desalinasi air laut di kawasan industri

JAKARTA- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakselerasi penguatan infrastruktur pendukung industri, terutama pengelolaan air dan limbah, sebagai pondasi industri nasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.

 Meningkatnya pertumbuhan manufaktur membuat kebutuhan air bersih dan sistem pengolahan limbah yang andal kian mendesak. Sementara itu, keterbatasan fasilitas pengolahan air limbah masih menjadi tantangan yang harus diatasi lewat teknologi modern dan efisien.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penguatan infrastruktur air dan limbah menjadi kunci transformasi industri menuju keberlanjutan. “Penguatan infrastruktur pendukung industri, khususnya dalam pengelolaan air dan limbah, menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan industri yang berdaya saing sekaligus mendukung target net zero emission (NZE) sektor industri pada tahun 2050,” kata Menperin di Jakarta, Rabu (29/4).

Langkah konkret diwujudkan lewat kerja sama strategis antara PT CITIC Envirotech Indonesia, PT Indonesia Water Solutions, dan Yantai Jinzheng Eco-Technology Co., Ltd. Kolaborasi ini menghadirkan solusi pengolahan air, air limbah, serta desalinasi air laut di kawasan industri. Tujuannya memperkuat ketersediaan air baku berkelanjutan, meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah industri, dan menjaga ketahanan sumber daya air di berbagai wilayah industri Indonesia.

Pengembangan teknologi desalinasi air laut juga berpotensi mendongkrak kapasitas produksi garam industri nasional. Upaya ini sejalan dengan strategi pemerintah memperkuat kemandirian industri dan menekan ketergantungan impor bahan baku strategis.

Kemenperin terus mendorong penerapan ekonomi sirkular di kawasan industri melalui pemanfaatan kembali air limbah, teknologi ramah lingkungan, serta optimalisasi penggunaan air secara efisien. Pendekatan tersebut diyakini mampu menaikkan produktivitas industri sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan jangka panjang.

Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (Ditjen KPAII) aktif mendukung realisasi proyek pengolahan air dan limbah di kawasan industri. Peran itu mencakup fasilitasi investasi dan perluasan kerja sama internasional guna memperkuat daya saing industri nasional.

Sebagai tindak lanjut, kolaborasi ini diharapkan segera terealisasi lewat proyek percontohan di kawasan industri. “Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan investasi, tetapi juga mempercepat transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional, serta memperkuat daya saing industri Indonesia di tingkat global,” tutup Agus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

21 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.