Kashmir Memanas, Pakistan Tutup Lebih dari 1.000 Sekolah Agama
📅 Jumat, 02 Mei 2025, 15:00 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AP
MUZAFFARABAD - Pihak berwenang di Kashmir yang dikelola Pakistan menutup lebih dari 1.000 sekolah agama pada Kamis (1/5) karena khawatir akan kemungkinan tindakan militer dari India sebagai balasan atas serangan mematikan minggu lalu.
India menyalahkan Pakistan atas serangan bersenjata yang menewaskan 26 orang pada tanggal 22 April di Kashmir yang dikelola India. Perdana Menteri India Narendra Modi memberikan "kebebasan operasional penuh" kepada militernya.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Rabu malam secara terpisah menelepon diplomat tinggi India Subrahmanyam Jaishankar dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif untuk "meredakan ketegangan dan menjaga perdamaian dan keamanan di Asia Selatan", kata Departemen Luar Negeri.
Menyangkal terlibat dalam serangan tersebut, Islamabad mengatakan pihaknya memiliki "bukti kredibel" bahwa India kini tengah merencanakan serangan militer dalam waktu dekat, dan bersumpah bahwa "setiap tindakan agresi akan ditanggapi dengan respons tegas".
Rubio "mendesak kerja sama pejabat Pakistan dalam menyelidiki serangan yang tidak masuk akal ini", kata juru bicara Tammy Bruce.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri luar negeri India mengatakan setelah panggilan telepon tersebut, "pelaku, pendukung, dan perencana serangan harus dibawa ke pengadilan".
Karena khawatir akan eskalasi militer, otoritas Pakistan menutup lebih dari 1.000 sekolah agama di wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan.
"Kami telah mengumumkan libur 10 hari untuk semua madrasah di Kashmir," kata Hafiz Nazeer Ahmed, kepala departemen urusan agama setempat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebuah sumber di departemen tersebut mengatakan hal itu "disebabkan oleh ketegangan di perbatasan dan potensi konflik".
Pada hari Kamis, New Delhi melaporkan malam ketujuh berturut-turut terjadinya baku tembak senjata ringan antara kedua belah pihak di Garis Kontrol yang dijaga ketat oleh militer, perbatasan de facto.
Dikecam Ketakutan
Kashmir yang mayoritas penduduknya Muslim, wilayah yang dihuni sekitar 15 juta orang, terbagi antara Pakistan dan India, yang telah beberapa kali berperang memperebutkan wilayah yang disengketakan tersebut.
Sekitar 1,5 juta orang tinggal di dekat garis gencatan senjata di sisi Pakistan, tempat penduduk menyiapkan bunker bawah tanah sederhana berdinding lumpur, diperkuat dengan beton jika mereka mampu membelinya.
"Selama satu minggu kami hidup dalam ketakutan terus-menerus, terutama menyangkut keselamatan anak-anak kami," kata Iftikhar Ahmad Mir, seorang pemilik toko berusia 44 tahun di Chakothi di Garis Kontrol (LoC), kepada AFP.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!