Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kapal Perang Indonesia Berlayar Menuju Darwin untuk Mengikuti Latma Kakadu 2024

📅 Selasa, 03 Sep 2024, 00:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kapal Perang Indonesia Berlayar Menuju Darwin untuk Mengikuti Latma Kakadu 2024 Doc: ANTARA/HO-Dinas Penerangan Komando Armada II TNI A
Ket. Kapal perang Republik Indonesia KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 berlayar menuju Darwin, Australia, untuk mengikuti Latihan Bersama (Latma) Multilateral Kakadu 2024 pada medio September 2024.

Jakarta - Kapal perang Republik Indonesia KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 berlayar menuju Darwin, Australia, pekan ini untuk mengikuti Latihan Bersama (Latma) Multilateral Kakadu 2024 bersama angkatan laut dari 30 negara.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando Armada (Koarmada) II Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko saat dihubungi di Jakarta, Senin, menjelaskan KRI I Gusti Ngurah Rai yang mengangkut 163 prajurit TNI Angkatan Laut itu bakal berlayar selama 30 hari untuk mengikuti seluruh rangkaian Latma Multilateral Kakadu 2024 di perairan Darwin, bagian utara Australia.

"Di geladak heli KRI Karel Satsuitubun-356, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) II Laksamana Muda TNI Ariantyo Condrowibowo melepas KRI GNR-332 untuk mengikuti latihan tersebut," kata Kadispen Koarmada II WidypSasongko.

Dia mengatakan Pangkoarmada II saat acara pelepasan itu di perairan sekitar Jawa Timur, Jumat (30/8), menjelaskan keikutsertaan TNI AL dalam Latma Multilateral Kakadu 2024 untuk meningkatkan kemampuan prajurit dan memperkuat interoperabilitas TNI AL dengan angkatan laut negara-negara peserta Latma Multilateral Kakadu-24.

Latma Multilateral Kakadu merupakan latihan bersama yang rutin digelar tiap dua tahun sekali oleh Angkatan Laut Australia (RAN) sejak 1993. Untuk tahun ini, Latma Multilateral Kakadu diikuti oleh 30 negara, di antaranya Australia selaku tuan rumah, Indonesia, Jepang, Amerika Serikat, Afrika Selatan, Filipina, Inggris, India, Jerman, Malaysia, Perancis, Singapura, Brunei Darussalam, Kamboja, Belanda, Thailand, Belgia, Vietnam, Peru, Sri Lanka, Kepulauan Solomon, Inggris, Selandia Baru, Fiji, Pakistan, Kanada, Korea Selatan, Timor Leste, dan Papua Nugini.

"Total (armada yang mengikuti latihan) berjumlah 15 kapal permukaan, satu kapal selam, dan 20 alutsista udara," kata WidyoSasongko.

Latma Multilateral Kakadu, sejak pertama kali digelar, juga terus mendapat dukungan dari Angkatan Udara Australia (RAAF).

"(Kalian) harus mampu menunjukkan kemampuan yang handal sebagai bentuk keberhasilan atas latihan-latihan yang telah dilaksanakan selama ini," kata Pangkoarmada II berpesan kepada para pengawak KRI GNR-332 sebagaimana disiarkan dalam laman resmi Pusat Penerangan (Puspen) TNI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.