Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kabar Gembira, Universitas Pancasila Buka Magister Media Komunikasi Krisis

📅 Selasa, 24 Des 2024, 22:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, Universitas Pancasila Buka Magister Media Komunikasi Krisis Doc: ANTARA/Humas UP
Ket. Peresmian pembukaan Program Studi Magister Media & Komunikasi dengan Konsentrasi Komunikasi krisis, di Universitas Pancasila.

Jakarta - Universitas Pancasila (UP) membuka Program Studi Magister Media & Komunikasi dengan Konsentrasi Komunikasi krisis untuk menjawab kebutuhan profesional yang memiliki kompetensi khusus dalam mengelola komunikasi krisis di tengah situasi dan dinamika di era digital saat ini.

Program studi ini didirikan setelah melalui kajian dan refleksi panjang terhadap tantangan komunikasi yang dihadapi oleh organisasi, pemerintah, dan masyarakat dalam berbagai situasi krisis.
Pembukaan Prodi S2 Magister Media dan Komunikasi dilakukan oleh Rektor Universitas Pancasila, Prof Dr Marsudi Kisworo di Jakarta, Selasa.

Rektor mengatakan komunikasi krisis sangat penting dan relevan saat ini di tengah situasi post-truth saat ini.

Krisis memerlukan penanganan komunikasi, baik sebelum, sesaat dan sesudah krisis. Komunikasi tidak hanya meliputi sender, receiver, media, message, namun ada satu aspek yang sering dilupakan orang, yaitu presence atau kehadiran, sehingga sering mengakibatkan salah paham.

Di era saat ini selain quote (kata-kata yang diucapkan), voice (suara), kehadiran tatap muka, atau tatap mata sebagai bentuk visual harus menjadi satu kesatuan.

Prof Marsudi menambahkan bahwa pembelajaran online tidak akan efektif seperti pembelajaran tatap muka.

Sementara itu, Dekan Fikom UP Anna Agustina mengatakan bahwa krisis saat ini tidak hanya bencana, namun bisa terjadi melalui penggunaan platform digital.

Oleh karenanya, lulusan Prodi Magister ini ke depannya diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis yang kuat, tetapi juga keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam menghadapi krisis di dunia nyata.

Kepala Prodi Magister Media & Komunikasi, Fikom UP, Dr Sudarto mengatakan bahwa program studi media dan komunikasi ini dirancang agar ke depannya lulusan yang dihasilkan dapat mengelola komunikasi krisis dengan tiga tahapan krisis, yaitu pra-krisis (mitigasi dan perencanaan krisis), krisis (komunikasi krisis di tengah situasi darurat), dan pasca-krisis (evaluasi dan perbaikan sistem komunikasi di masa depan).

Dengan pemahaman yang komprehensif di ketiga tahapan tersebut, diharapkan tidak hanya mampu mengelola komunikasi selama krisis terjadi,tetapi juga mampu membantu organisasi untuk memitigasi risiko dan mengurangi potensi kerusakan di masa depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.