Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jerman Tolak Perdamaian Ukraina yang Didikte Negara Besar

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 22:37 WIB | Oleh:
Jerman Tolak Perdamaian Ukraina yang Didikte Negara Besar Doc: AFP

JOHANNESBURG - Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan pada Sabtu (22/11) bahwa untuk mengakhiri krisis di Ukraina membutuhkan persetujuan dari Ukraina dan mitra-mitra Eropa-nya, bukan negara-negara besar.

Dalam konferensi pers selama KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Merz mengatakan bahwa konflik yang sedang berlangsung di benua Eropa beserta dampaknya menjadi persoalan bagi keamanan Eropa secara keseluruhan.

"Perang tidak dapat diakhiri oleh kekuatan besar yang berada di atas kepala negara-negara yang terlibat," kata Merz, seraya menambahkan bahwa berakhirnya krisis ini "hanya dapat terjadi dengan persetujuan tanpa syarat dari Ukraina."

Merz mengatakan bahwa penasihat kebijakan luar negeri dari Jerman, Prancis, Inggris, dan perwakilan dari Uni Eropa dijadwalkan untuk mengadakan konsultasi lebih lanjut dengan perwakilan AS dan Ukraina pada Minggu (23/11) di Jenewa.

Merz mengatakan jaminan keamanan yang dapat diandalkan harus diberikan kepada Ukraina.

Meskipun mengakui adanya peluang untuk mengakhiri konflik, Merz memperingatkan bahwa para pihak masih jauh dari mencapai hasil yang sama-sama memuaskan, demikian warta Xinhua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.