Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jelang Malam Natal, Warga Cilincing Gelar Tradisi Nyekar di Pemakaman Gereja Tugu

📅 Minggu, 24 Des 2023, 15:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jelang Malam Natal, Warga Cilincing Gelar Tradisi Nyekar di Pemakaman Gereja Tugu Doc: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Ket. Warga keturunan Portugis melakukan tradisi nyekar menjelang malam perayaan Natal di Pemakaman Gereja Tugu, Cilincing, Jakarta Utara, Minggu (24/12/2023).

JAKARTA - Sejumlah warga menggelar tradisi nyekar dengan membersihkan nisan dan menaburkan bunga di Pemakaman Gereja Tugu yang berlokasi di Kelurahan Sempet Barat, Cilincing, Jakarta Utara.Tradisi itu rutin dilakukan menjelang pernyataan Natal karena saat malam hari para kerabat biasanya datang dengan membawa lilin sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang terhubung garis keturunan.

"Sekarang dibersihkan karena nanti malam ada tabur bunga dan menyalakan lilin," kata Flora, peziarah saat ditemui di Pemakaman Gereja Tugu, Jakarta Utara, Minggu (24/12).

Flora datang ke sana dengan anak laki-lakinya. Dia bolak-balik mengangkut air dari bak yang hanya lima langkah dari makam keluarganya.

Nisan dan keramik makam yang penuh debu dan lumut, dia gosok pakai tangan agar kembali bersih dan mengkilap. Setelah ituair yang berada di dalam ember disiramkan ke makam-malam.

Pemakaman Gereja Tugu merupakan kompleks peristirahatan terakhir bagi orang-orang keturunan Portugis yang masih bermukim di Kampung Tugu, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Kawasan itu dipayungi oleh pepohonan dikotil berukuran besar dan berdaun lebar yang menciptakan suasana teduh.

Pendeta Eddy Rudolf Rade mengatakan dalam perayaan Natal ada dua kegiatan yang saling berkaitanyaitu ibadah dan tradisi nyekar.

Tradisi itu dilakukan oleh warga Kampung Tugu. Setiap malam Natal, sejak sore hari mendekati remang-remang, mereka membawa lilin dan meletakkannya di atas makam sembari menaburkan bunga.

"Itu (tradisi) masyarakat sekitar sini. Jemaat juga ada, tetapi yang bukan jemaat dari gereja lain juga ada, jadi itu terlepas dari ibadah. Mungkin, ibadah jam 5 sore mereka ikut, nanti jam 6 mereka nyekar atau habis dari jam 8 malam baru mereka nyekar ke makam," pungkas Eddy.

Berdasarkan catatan sejarah, Kampung Tugu merupakan salah satu kampung tertua di Jakarta dan ditempati oleh nenek moyangnya (generasi pertama warga negara Portugis) sejak tahun 1661.

Bangunan Gereja Tugu yang saat ini berdiri bukan merupakan bangunan pertama dari Gereja Tugu.

Ketika orang-orang Tugu tiba di Kampung Tugu pada tahun 1661, ibadah mereka masih dilayani oleh Jemaat Portugis di Jakarta (sekarang Gereja Sion).

Pada tahun 1678Pendeta Melchior Leydecker lantas membangun sebuah gereja yang pertama di luar Jakarta. Selain digunakan untuk kegiatan ibadah, gedung itu juga digunakan untuk sekolah.
Pada 1680orang Kristen di Tugu mencapai 800 jiwa. Tahun 1700 terjadi wabah influenza yang parah dan menewaskan banyak penduduk Tugu.

Gereja Tugu kedua dibangun pada tahun 1738 untuk menggantikan gedung gereja pertama yang sudah rusak.

Pada 1740bangunan gedung Gereja Tugu tahap II mengalami kerusakan saat terjadi pemberontakan etnis Tionghoa (China Onlusten) dan pembantaian orang-orang Tionghoa di Batavia, saat Gubernur Jenderal Adriaan Valckenierberkuasa di Batavia pada 1737-1741.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.