Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jaktim Bentuk 24 Kampung Siaga Bencana di Daerah Rawan Banjir

📅 Senin, 02 Sep 2024, 16:15 WIB | Oleh:
Jaktim Bentuk 24 Kampung Siaga Bencana di Daerah Rawan Banjir Doc: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Ket. Pekerja K3 perkantoran mengevakuasi korban kebakaran dalam Simulasi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan di The Kensington Office Tower, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (30/8/2024). Simulasi dilakukan untuk melatih kesiapan SDM dan peralatan pemadaman di kawasan perkantoran dalam menghadapi bencana kebakaran.

Jakarta -- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur membentuk 24 Kampung Siaga Bencana (KSB) yang tersebar di 10 kecamatan di wilayah tersebut, khususnya daerah yang rawan terjadi banjir dan kebakaran.

"Pembentukan KSB ini untuk meningkatkan kepedulian warga dalam mencegah bencana. Kemudian ketika terjadi bencana seperti banjir dan kebakaran penanganan lebih cepat ditanggulangi," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sudin Dinas Sosial Jakarta Timur Abdul Salam di Jakarta, Senin.

Ke-24 KSB itu diantaranya berada di Kelurahan Kampung Rambutan, Cibubur, Ciracas, Cipinang Muara, Kampung Melayu, Bidara Cina, Kampung Tengah, Dukuh, Cililitan, Cawang, dan Balekambang.

Selanjutnya Kelurahan Cipinang Melayu, Kebon Pala, Pinang Ranti, Halim Perdanakusuma, Kebon Manggis, Pondok Bambu, Rawa Teratai, Cakung Barat, dan Penggilingan.

Menurut diapembentukan KSB di wilayah rawan bencana itu disiapkan posko dan personel yang siaga melakukan penanganan awal bila terjadi bencana, seperti menyiapkan lokasi posko pengungsian, dapur umum hingga lokasi posko bencana yang disiapkan untuk menampung bantuan sosial.

Selain itu, para personel juga rutin mengedukasi warga untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran.

Sementara itu, Kepala Seksi Perlindungan Jaminan dan Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Sudin Sosial Jakarta Timur, Denny Slamet menambahkansetiap KSB beranggotakan 10-20 orang.

Mereka berasal dari unsur pengurus RT/RW, anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana), pekerja sosial masyarakat dan pendamping sosial.

"Personel di KSB lebih dulu bergerak melakukan penanganan awal, ketika terjadi bencana di wilayahnya. Setelah itu, barulah dari jajaran pemerintah kota melakukan penanganan secara teknis," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.