Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Inflasi Pangan Masih Mengintai Perekonomian Nasional

📅 Kamis, 07 Jul 2022, 00:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Inflasi Pangan Masih Mengintai Perekonomian Nasional Doc: ANTARA/ASTRID FAIDLATUL HABIBAH
Ket. Menkeu saat acara “Securitization Summit 2022” di Jakarta, Rabu (6/7).

JAKARTA - Pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, kalau ketahanan pangan Indonesia masih aman dalam tiga tahun terakhir di tengah terbatasnya pasokan dan lonjakan harga pangan dunia memang tidak sepenuhnya keliru. Namun demikian, kondisi ketahanan pangan saat ini sudah harus diwaspadai karena harga beberapa kebutuhan pokok mulai merangkak naik.

Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, yang diminta pendapatnya di Jakarta, Rabu (6/7), mengatakan ketersediaan pangan dalam negeri memang masih aman, tetapi itu dipenuhi dengan impor. "Ketahanan pangan bukan tujuan kita, tetapi kedaulatan pangan," tegas Esther.

Sebab, jelasnya, kedaulatan pangan yaitu kemampuan memenuhi kebutuhan pangan dengan produksi sendiri (swasembada pangan). "Dengan kedaulatan pangan, kita punya otoritas lebih mudah mengatur harga pangan di domestik karena tidak bergantung impor dari negara lain," kata Esther.

Ketersediaan pangan, paparnya, akan jauh lebih mudah dipenuhi jika tidak bergantung pada negara lain. "Kondisi sekarang, Indonesia masih bisa memenuhi kebutuhan pangan, tetapi harganya melonjak. Contoh, harga minyak goreng melonjak tiga kali lipat, padahal sawit kita bisa produksi sendiri," katanya.

Hal itu mengindikasikan kalau distribusi dan hilirisasi industri masih menjadi problem lain dari upaya mewujudkan ketahanan pangan.

Dihubungi terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Atmajaya Jakarta, Yohanes B Suhartoko, mengatakan walaupun pasokan pangan cukup terjaga, namun yang perlu diwaspadai adalah distribusi pangan antardaerah dan kebergantungan bahan makanan dari luar negeri seperti gandum dan kedelai. "Perlu juga untuk dievaluasi tata niaganya, sehingga tidak terulang kembali kejadian kenaikan harga minyak yang sulit dikendalikan, padahal Indonesia menguasai bahan bakunya," kata Suhartoko.

Dia pun berharap ketahanan pangan ke depan harus dalam perspektif jangka panjang dengan strategi pembangunan pertanian yang berbasiskan penguatan bahan makanan yang berasal dari dalam negeri.

Kerawanan Pangan

Menkeu dalam acara "Securitization Summit 2022" di Jakarta, Rabu (6/7), mengatakan Indonesia dalam tiga tahun terakhir bisa memenuhi kebutuhan terutama produksi beras dan komoditas pangan lainnya.

Pemerintah pun terus membangun ketahanan pangan terutama di tengah situasi geopolitik yang menimbulkan kerawanan pangan. Ketahanan pangan, tambah Menkeu, menjadi isu yang mengemuka dalam Presidensi G20 Indonesia karena menjadi pemicu inflasi global.

Pemerintah akan tetap mewaspadai pasokan pangan dalam negeri karena risiko inflasi tetap mengintai. "Tidak terlena, tantangan dari inflasi dari pangan harus kita waspadai," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Dua Kisah Dunia di Hari yan...
Megapolitan
Ketika Listrik Menjadi Fond...
133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.

03 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.