Indonesia Akan Jadi Lumbung Pangan Dunia kalau Kapasitas Petani Diperkuat
📅 Sabtu, 11 Mar 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Sumber: BPS – Litbang KJ/and/ones
» Tingkat harga yang bisa menyejahterakan petani harus dilihat dari komponen biaya produksi plus keuntungan yang layak.
» Indonesia harus menghadapi tantangan makin tuanya petani yaitu hampir 70 persen berumur di atas 50 tahun.
JAKARTA - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) mendukung skema dan simulasi harga padi dan gabah kering panen (GKP) dari pemerintah pusat yang diharapkan bisa menguntungkan petani, tetapi juga tidak memberatkan konsumen. Dengan harga yang menguntungkan bagi petani diharapkan semakin memotivasi mereka meningkatkan produktivitas, sehingga mimpi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia bisa terealisasi.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Desa Lajer Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jateng, pada Kamis (9/3), mengatakan dalam kunjungan Presiden yang juga didampingi Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, itu membahas usulan skema harga padi atau gabah kering panen yang disampaikan Badan Pangan Nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penentuan harga itu, kata Ganjar, penting agar di satu sisi petani tetap untung, namun di sisi lain harga beras di pasar diharapkan tidak melambaung tinggi sehingga terjangkau masyarakat.
"Badan Pangan Nasional juga menyampaikan untuk dibuatkan satu simulasi. Simulasi inilah yang nantinya akan dipakai untuk penentuan berapa sebenarnya harga di tingkat petani yang layak agar masyarakat nanti tidak merasa berat untuk membeli harga berasnya," kata Ganjar.
Pengamat ekonomi, Nailul Huda, yang diminta pendapatnya di Jakarta, Jumat (10/3), mengatakan tingkat harga yang memberikan kesejahteraan ke petani harus dilihat dari berapa besar biaya produksi plus keuntungan yang layak bagi petani.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Maka dari itu, penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah menjadi sangat penting dan ada unsur perlindungan terhadap petani serta menjaga harga beras tetap terjangkau," tegas Nailul.
Menurut dia, kemampuan konsumen juga harus diperhitungkan karena bagaimanapun petani merupakan konsumen beras juga. Oleh karena itu, kebijakan HPP dan harga eceran tertinggi (HET) harus benar-benar menjaga keseimbangan kepentingan dari petani dan konsumen.
Pertanian Multikultur
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa, mengatakan Indonesia memang mempunya potensi besar menjadi lumbung pangan dunia asal konsisten dengan kebijakan produksi dan tata niaga yang demokratis dan berupaya mensejahterakan petani.
Tak hanya itu, pemerintah juga perlu mengoptimalisasi keanekaragaman pangan sebagai basis pertanian multikultur sesuai dengan pangan dan kearifan lokal.
"Pangan lokal yang akan membuat Indonesia menjadi lumbung pangan global," papar Awan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!