Ilmuwan Ungkap Penemuan Warna Baru “Olo”
📅 Senin, 28 Apr 2025, 02:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: foto: istimewa
Jakarta - Ilmuwan di Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengeklaim telah menemukan sebuah warna baru yang belum pernah terlihat sebelumnya oleh mata manusia. Warna ini dinamakan “olo”, sebuah nuansa biru-hijau super jenuh (super-saturated) yang hanya bisa dilihat melalui stimulasi khusus terhadap sel-sel reseptor warna di retina mata.
Penemuan ini merupakan hasil dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science Advances pada pekan lalu (19/4), yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari University of California, Berkeley dan University of Washington.
Salah satu peneliti sekaligus partisipan dalam studi ini, Prof Ren Ng dari UC Berkeley, menjelaskan bahwa warna “olo” hanya dapat dilihat setelah para peserta eksperimen menerima stimulasi cahaya laser ke dalam mata mereka, secara spesifik ke dalam sel kerucut tipe M (medium-wavelength cone cells), yang biasanya merespons warna hijau.
“Warna ini tampak lebih jenuh dibandingkan warna apa pun yang bisa dilihat dalam dunia nyata,” kata Prof Ng dalam wawancara bersama BBC Radio 4. Ia mengibaratkan pengalaman melihat warna ini seperti seseorang yang sepanjang hidupnya hanya melihat warna merah muda pucat, lalu tiba-tiba melihat merah pekat untuk pertama kalinya.
Dalam eksperimen tersebut, lima partisipan yang terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan dengan penglihatan warna normal diminta untuk menatap alat bernama Oz. Alat ini merupakan sistem optik yang dilengkapi dengan cermin, laser, dan perangkat optik lainnya untuk memfokuskan cahaya ke dalam retina. Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk menstimulasi hanya satu jenis sel kerucut, yakni sel M, tanpa menstimulasi sel L (long-wavelength, merah) atau S (short-wavelength, biru) yang biasanya bekerja bersamaan dalam persepsi warna.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kondisi normal, stimulasi terhadap sel M hampir selalu bersamaan dengan stimulasi terhadap sel L dan/atau S. Namun melalui teknologi ini, peneliti berhasil mengisolasi respons sel M, menciptakan persepsi warna yang belum pernah terjadi secara alami.
Para peserta diminta untuk menyesuaikan tampilan warna melalui kontrol warna digital hingga cocok dengan warna yang mereka lihat saat stimulasi berlangsung. Dari proses ini, terciptalah representasi visual warna “olo”
Meski temuan ini dianggap sebagai terobosan oleh sebagian kalangan, sejumlah ahli menyampaikan keraguan. Prof John Barbur, pakar penglihatan dari St George’s, University of London yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menilai bahwa penemuan ini lebih merupakan pencapaian teknologi dalam menstimulasi sel kerucut tertentu, daripada benar-benar menemukan warna baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Apakah ini warna baru atau hanya persepsi yang berbeda terhadap warna yang sudah ada, masih terbuka untuk diperdebatkan,” ujarnya.
Prof Barbur menambahkan bahwa persepsi terhadap warna bisa berubah tergantung pada intensitas dan sensitivitas sel kerucut. Dalam kasus ini, bisa jadi yang terjadi adalah perubahan pada tingkat kejenuhan warna yang sudah dikenal.
Penemuan ini diperkirakan akan memiliki dampak besar pada industri seni, desain, dan teknologi, karena "Olo" menawarkan kemungkinan baru untuk menciptakan material dan pigmen yang lebih efisien dan estetis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!