Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Hari Ini Melejit di Tengah Harapan Pemangkasan Suku Bunga BI dan The Fed! Sinyal Dovish Menggoda Pasar

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 18:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Melejit di Tengah Harapan Pemangkasan Suku Bunga BI dan The Fed! Sinyal Dovish Menggoda Pasar Doc: ANTARA FOTO/ Asprilla Dwi Adha
Ket. Kamera wartawan merekam layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini di zona hijau, didorong oleh meningkatnya optimisme pasar terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) dan The Fed.

Pelaku pasar tampak kembali agresif masuk ke saham-saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor perbankan dan properti yang dinilai paling sensitif terhadap arah kebijakan moneter.

Ekspektasi penurunan suku bunga muncul seiring tanda-tanda melambatnya inflasi global dan pernyataan sejumlah pejabat bank sentral yang mulai membuka ruang pelonggaran kebijakan.

Di sisi domestik, investor juga menilai langkah BI menjaga stabilitas nilai tukar cukup efektif, sehingga memberi ruang bagi pelonggaran kebijakan tanpa menekan Rupiah terlalu dalam.

Suasana pasar hari ini terasa lebih "lega" setelah pekan-pekan sebelumnya sempat dibayangi kekhawatiran arus keluar modal. Investor tampak mulai menimbang prospek pemulihan likuiditas dan penurunan biaya pinjaman di kuartal mendatang.

Kalau sinyal dovish dari The Fed dan BI benar-benar terwujud, bukan tidak mungkin IHSG bisa melanjutkan tren positifnya dan menembus level psikologis berikutnya.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (21/10) sore ditutup menguat 149,10 poin atau 1,84 persen ke posisi 8.238,08 seiring dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) dan The Fed.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 23,58 poin atau 2,96 persen ke posisi 819,89.

"Beberapa saham bluechips menjadi penopang penguatan indeks, antara lain dipicu oleh ekspektasi penurunan suku bunga BI dan The Fed​​​​​​, meredanya kekhawatiran akan memanasnya kembali perang dagang AS dan China, serta ekspektasi membaiknya perekonomian pada kuartal IV 2025," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), yang menurut konsensus akan menurunkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 4,5 persen dari 4,75 persen, dengan deposit facility rate diperkirakan menjadi 3,5 persen dari 3,75 persen, serta lending facility rate diperkirakan menjadi 5,25 persen dari 5,5 persen.

Selain itu, akan dirilis data pertumbuhan kredit bulan September 2025 yang diperkirakan sedikit melambat menjadi 7,5 persen dari sebelumnya 7, 56 persen pada Agustus 2025.

Dari mancanegara, pelaku pasar berekspektasi bank sentral AS The Fed akan memangkas tingkat suku bunga acuannya dalam pertemuan FOMC pada 28-29 Oktober 2025 mendatang.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 3,72 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 3,43 persen dan 3,41 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

18 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.