Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hujan Hanya Pemicu, DPRD DKI Ungkap Akar Masalah Banjir Jakarta

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 19:32 WIB | Oleh:
Hujan Hanya Pemicu, DPRD DKI Ungkap Akar Masalah Banjir Jakarta Doc: ANTARA/Bayu Pratama S
Ket. Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat mengevakuasi warga yang terdampak banjir menggunakan kendaraan amfibi di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta, Sabtu (24/1).

JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengatakan, banjir di Jakarta bukan hanya akibat curah hujan tinggi sebagai faktor alamiah, namun lingkungan juga perlu perhatian karena memperparah kondisi banjir.

"Banjir yang terjadi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa persoalan tata ruang, dan lingkungan di Jakarta masih membutuhkan perhatian serius, serta penanganan yang berkelanjutan," kata Kenneth di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap berbagai persoalan struktural yang masih terjadi di lapangan, mulai dari sistem drainase belum optimal, pendangkalan sungai, hingga alih fungsi lahan yang tidak terkendali dan ini turut memperparah dampak banjir.

Kenneth mengatakan bahwa banjir tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap keselamatan, kesehatan, serta perekonomian masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan rawan banjir.

"Saya mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk bergerak cepat, responsif, dan terkoordinasi dalam menangani dampak banjir. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama," ujar Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Ia mengusulkan dalam jangka pendek, meminta kepada Pemprov DKI Jakarta memastikan seluruh perangkat daerah terkait siaga penuh di lapangan. Normalisasi dan pembersihan saluran air harus segera dilakukan, termasuk penyedotan genangan di titik-titik rawan banjir.

Selain itu dirikan posko pengungsian yang layak serta penyediaan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, obat-obatan, hingga perlengkapan bagi bayi dan lansia perlu menjadi perhatian khusus.

Lalu, sambung Kent, koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan daerah penyangga juga dinilai sangat penting, mengingat persoalan banjir di Jakarta tidak terlepas dari kondisi wilayah hulu.

Tidak hanya penyampaian informasi yang cepat dan transparan terkait cuaca, ketinggian air, serta langkah antisipasi juga perlu terus dilakukan agar masyarakat dapat lebih waspada.

Untuk jangka panjang, Kent mendorong penanganan banjir dilakukan secara komprehensif dan berkelanjutan. Upaya pembenahan sistem drainase terpadu, revitalisasi sungai dan waduk, percepatan pemasangan sheet pile di bibir sungai serta penguatan infrastruktur pengendali banjir seperti polder dan pompa air harus terus dipercepat.

Selain pembangunan fisik, lanjut dia, edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan juga perlu ditingkatkan.

"Penegakan aturan terhadap pelanggaran tata ruang harus dilakukan secara tegas dan konsisten agar persoalan banjir tidak terus berulang setiap tahun," katanya.

Kent menilai, penanganan banjir di Jakarta tidak bisa lagi dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh akar persoalan secara menyeluruh.

Menurut dia, pengerukan lumpur secara masif dan berkelanjutan serta normalisasi kali tetap memiliki pengaruh signifikan dalam mengurangi risiko banjir, selama dibarengi dengan langkah mitigasi yang terencana dan konsisten.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

40 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.