Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

HPP Beras Lebih Rendah Ketimbang Biaya Riil Petani

📅 Jumat, 16 Jun 2023, 08:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
HPP Beras Lebih Rendah Ketimbang Biaya Riil Petani Doc: istimewa

JAKARTA - Lembaga Kajian Politik dan Pemerintahan Nagara Institute menilai harga pembelian pemerintah (HPP) untuk komoditas beras masih rendah. Bahkan, harga tersebut belum mencerminkan biaya riil yang dihadapi petani.

"Harganya lebih rendah dari pelaku swasta serta memiliki persyaratan yang tidak mudah dipenuhi petani terkait kadar air, termin pembayaran dan bentuk tebasan," kata Tim Riset Nagara Institute Muhammad Dian Revindo dalam Seminar Hasil Riset bertajuk Mendorong Kolaborasi Arah Kebijakan Pangan untuk Indonesia Emas di Jakarta, Kamis (15/6).

Revindo menuturkan berdasarkan hasil riset, cadangan beras pemerintah yang tidak mencukupi dapat mempengaruhi harga beras di pasaran sehingga memicu perilaku spekulan di tengah masyarakat. Dalam situasi ini secara normatif, impor dapat dilakukan untuk meningkatkan cadangan pemerintah dan guna menjaga agar harga terjangkau oleh konsumen.

Hanya saja, lanjutnya, data memperlihatkan selama lima tahun terakhir peningkatan impor beras lebih berpengaruh pada kejatuhan harga beras di tingkat petani dibandingkan pada tingkat konsumen, khusus beras medium, padahal beras yang diimpor belum tentu menjadi substitusi sempurna dari produk beras domestik.

"Karena itu Bapanas perlu menetapkan harga acuan tingkat produsen yang memperhitungkan biaya produsen riil petani. Selain itu kebijakan satu harga perlu dievaluasi mengingat variasi biaya produksi antardaerah yang berbeda-beda," tuturnya.

Lebih lanjut, Nagara Institute juga meminta Bapanas mengoptimalkan peran Perum Bulog untuk melakukan cadangan pangan guna menjaga stabilitas pasokan dan stabilitas harga pangan pokok di Indonesia.

Jaga Stabilitas

Revindo mencontohkan, pada 2022, Bulog mendapatkan mandat untuk menyerap 2,4 juta ton produksi domestik beras dengan 70 persen dari hasil panen raya awal 2023. Namun, harga domestik yang tinggi mendatangkan tantangan lain dalam upaya Bulog menjaga stabilitas harga.

Menanggapi hal itu, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menuturkan HPP pada momentum saat panen raya kali ini naik telah dinaikkan dibandingkan sebelumnya sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada petani. HPP untuk gabah kering panen di tingkat petani ditetapkan sebesar 5.000 rupiah dan di tingkat penggilingan 5.100 rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

49 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.