Hati-hati ke Pantai Sine Tulungagung, Baru Saja Makan Korban
📅 Minggu, 08 Feb 2026, 13:21 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
TULUNGAGUNG – Enam turis domestik nyaris saja menjadi korban keganasan pantai Sine, Tulungagung, Jatim. Untung yang lima dapat diselamatkan. Sayang satu tak berhasil diselamatkan.Dia dilaporkan hilang bersama lima lainnya terseret ombak laut selatan di Pantai Sine, Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu.
Koordinator Pos SAR Basarnas Trenggalek Bayu Prasetyo mengatakan, kejadian bermula saat dua wisatawan berenang di kawasan Pantai Sine, kemudian terseret ombak besar. Empat wisatawan lain berupaya memberikan pertolongan, namun justru ikut terseret arus.
"Upaya penyelamatan dilakukan secara spontan oleh wisatawan lain di sekitar lokasi. Lima orang berhasil dievakuasi ke darat, sementara satu korban belum berhasil diselamatkan," kata Bayu. Korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Muhamad Attaya Ulun (20), warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang.
Sementara lima wisatawan lainnya berhasil diselamatkan dan langsung mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Satu dari lima wisatawan yang berhasil diselamatkan harus dilarikan ke Instalasi Rawat Darurat (IRD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung karena kondisinya kritis dan mengalami kedaruratan medis.
Dalam operasi pencarian, Basarnas bersama unsur terkait telah menyiapkan tim dan peralatan, serta melakukan penyisiran perairan dan garis pantai di sekitar lokasi kejadian. Camat Kalidawir Rusdianto mengatakan, berdasarkan hasil pendataan awal, seluruh korban merupakan wisatawan dan bukan nelayan setempat. Informasi tersebut diperoleh dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Sine.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami mengimbau pengunjung pantai agar selalu mematuhi rambu keselamatan dan tidak berenang di area berbahaya, terutama saat kondisi ombak tinggi," ujarnya. Pemerintah daerah bersama SAR mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang laut selatan yang dikenal memiliki arus kuat dan berbahaya.
Jember Bersih-bersih Pantai
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menggelar aksi bersih-bersih di kawasan objek wisata pantai selatan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto agar menggelorakan kegiatan bersih-bersih pantai. Pemkab Jember secara khusus mengajak ratusan pelajar dari tingkat SMP, MTs, SMA, SMK, hingga Madrasah Aliyah untuk terlibat langsung dalam kegiatan bersih-bersih pantai selatan, Sabtu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kegiatan itu merupakan komitmen Pemkab Jember untuk menjadikan sektor pariwisata berstandar internasional terus diperkuat," katanya. Menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto, agar setiap pemerintah provinsi maupun daerah untuk menggelorakan kegiatan bersih pantai, sehingga pihaknya memimpin langsung aksi bersih pantai di kawasan pantai selatan Jember.
Kegiatan itu menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor yang melibatkan jajaran Pemkab Jember, TNI, Polri, relawan serta ratusan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, sehingga sinergi tersebut menegaskan bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
Dalam arahannya, bupati yang biasa dipanggil Gus Fawait itu mengatakan bahwa Kabupaten Jember dianugerahi potensi alam yang luar biasa, khususnya garis pantai yang merupakan terpanjang kedua di Jawa Timur. Namun, potensi besar tersebut harus diiringi dengan kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan sebagai syarat utama pengembangan wisata kelas dunia.
“Presiden telah memberikan arahan yang sangat jelas. Kebersihan destinasi wisata adalah wajah Indonesia di mata dunia. Hari ini saya bersama Kapolres, jajaran TNI, dan seluruh elemen masyarakat turun langsung untuk menunjukkan keseriusan kita," katanya.
Ia menjelaskan persoalan sampah selama ini menjadi tantangan utama yang kerap menghambat kenyamanan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, sehingga aksi resik pantai itu bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan titik awal perubahan pola pikir dan perilaku dalam menjaga lingkungan. "Yang membedakan kegiatan itu dari aksi sebelumnya adalah keterlibatan aktif generasi muda," katanya.
Ia menjelaskan bahwa upaya penanganan sampah di Jember akan dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Pemerintah daerah telah menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk menyusun peta jalan penanggulangan sampah yang terukur dan terintegrasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!