Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hasil Survei Tunjukkan Pendukung Anies Cenderung Pilih Pasangan RIDO, Ini Penjelasannya

📅 Kamis, 24 Okt 2024, 21:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hasil Survei Tunjukkan Pendukung Anies Cenderung Pilih Pasangan RIDO, Ini Penjelasannya Doc: ANTARA/Dhemas Reviyanto
Ket. Warga menunjukkan jari yang telah dicelupkan tinta saat mengikuti simulasi pemungutan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta 2024 di Gelanggang Remaja Johar Baru, Jakarta, Kamis (24/10/2024).

Jakarta - Hasil survei yang dilakukan Poltracking Indonesia menyebutkan pendukung mantan calon presiden Anies Baswedan cenderung akan melabuhkan pilihannya kepada pasangan calon gubernur DKI Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) di Pilkada Jakarta.

"Ridwan Kamil-Suswono menjadi pasangan yang paling banyak dipilih oleh pemilih Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2017 dan Pilpres 2024," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda di Jakarta, Kamis.

Dalam survei itu, Poltracking Indonesia mengukur tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta selama masa kepemimpinan Anies Baswedan.

Menurut diasebanyak 71,4 persen responden menjawab puas terhadap kinerja gubernur Jakarta yang berpasangan dengan Sandiaga Uno itu saat berkontestasi dalam pilkada Jakarta pada 2017.

"Jadi, yang puas terhadap Anies Baswedan sebanyak 71,4 persen itu ternyata lebih banyak memilih Ridwan Kamil-Suswono sebanyak 51,1 persen. Baru disusul Pramono Anung-Rano Karno 38,5 persen," ujarnya.

Demikian pula dengan pemilih Anies Baswedan dalam Pilpres 2024. Hanta Yuda menyampaikan bahwa sebagian besar melabuhkan pilihan kepada Ridwan Kamil Suswono dengan persentase 48 persen.

Begitu pun, pemilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam pilkada 2017, mereka kini memilih pasangan RIDO.

"Pemilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno lebih ke Ridwan Kamil kecenderungannya. Di pemilih Anies ini, kecenderungannya juga sama ke Ridwan Kamil 54,2 persen. Baru kemudian ke Pramono dan Rano 35,4 persen. Itu adalah temuan kami berdasar peta elektoral per 10-16 Oktober 2024," paparnya.

Survei itu dilakukan 10 hingga 16 Oktober 2024 dengan melibatkan 2.000 responden yang merupakan warga Jakarta berusia 17 tahun ke atas.

Metode survei yang digunakan adalah sampel acak multi tahap ataumultistage random samplingdenganmargin of errorkurang lebih 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sistem pengambilan survei dilakukan dengan wawancara tatap muka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

41 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.