Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harimau Sumatera Terjerat di Koto Tabang, Tim BKSDA Bergerak Cepat Lakukan Penyelamatan

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 06:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harimau Sumatera Terjerat di Koto Tabang, Tim BKSDA Bergerak Cepat Lakukan Penyelamatan Doc: Antara Foto
Ket. Petugas BKSDA Sumbar sedang melakukan evakuasi anak harimau sumatera yang kena jerat babi di Koto Tabang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, Agam

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat mengevakuasi satu individu anak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) terjerat babi milik masyarakat Koto Tabang, Nagari atau Desa Koto Tabang, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu.

Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Ade Putra di Lubuk Basung, mengatakan anak harimau sumatera dievakuasi menggunakan bius yang dilakukan Tim Medis BKSDA Sumbar dan Tim Medis Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMBK) Kota Bukittinggi.

"Anak harimau sumatera tertidur usai mendapatkan bius dan langsung dievakuasi," katanya.

Ia mengatakan setelah tertidur anak harimau sumatera langsung dibawa ke TMBK Kota Bukittinggi untuk observasi dan perawatan.

Sebelumnya anak harimau sumatera terkena jerat babi yang dipasang warga setempat di lahan mereka. 

Laporan itu diterima dari wali jorong pada Sabtu (22/11) sekitar pukul 13.00 WIB dan petugas BKSDA Sumbar langsung ke lokasi untuk evakuasi dengan Polres Bukittinggi, Polsek Palupuh, Koramil 12 Palupuh, Tim Patroli Anak Nagari (Pagari) dan Mahasiswa Kehutanan Universitas Riau.

Jerat tersebut mengenai pada bagian leher, kaki depan dan badannya.

"Anak harimau dalam kondisi hidup dan tidak bisa melepaskan diri dari jeratan," katanya.

Sementara Kapolsek Palupuh Iptu Muhammad Raufudding Silitonga menambahkan pihaknya menurunkan personel untuk melakukan pengamanan evakuasi anak harimau sumatera tersebut.

"Pengamanan juga melibatkan anggota Intelkam Polres Bukittinggi, Shabara Polres Bukittinggi dan Koramil 12 Palupuh," katanya.

Dengan kejadian itu, ia mengimbau warga untuk tidak memasang jerat babi di lokasi perkebunan yang berdampak terhadap satwa dilindungi berupa harimau sumatera, beruang dan lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.