Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Minyak Turun Setelah AS Gulingkan Presiden Venezuela

📅 Senin, 05 Jan 2026, 15:15 WIB | Oleh:
Harga Minyak Turun Setelah AS Gulingkan Presiden Venezuela Doc: AFP/PATRICK T FALLON

TOKYO - Harga minyak turun pada hari Senin (5/1) setelah operasi militer Amerika Serikat untuk menangkap pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, yang negaranya memiliki cadangan minyak mentah terbesar di dunia.

Meningkatnya volume minyak Venezuela yang memasuki pasar akan menambah kekhawatiran akan kelebihan pasokan dan memberikan tekanan lebih lanjut pada harga minyak, yang telah turun dalam beberapa bulan terakhir.

Pada perdagangan pagi di Asia, harga minyak mentah Brent turun 0,21 persen menjadi US$60,62 per barel, sementara West Texas Intermediate turun 0,35 persen menjadi US$57,12, keduanya pulih dari level terendah sebelumnya.

Pasukan AS menyerang Caracas pada Sabtu (3/1) dini hari, membom target militer dan membawa Maduro beserta istrinya untuk menghadapi dakwaan perdagangan narkoba federal di New York.

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa AS sekarang akan "mengelola" Venezuela dan mengirim perusahaan-perusahaan AS untuk memperbaiki infrastruktur minyaknya yang sangat rusak.

Setelah bertahun-tahun mengalami kurangnya investasi dan sanksi, Venezuela saat ini memproduksi sekitar satu juta barel minyak per hari, turun dari sekitar 3,5 juta barel per hari pada tahun 1999.

Namun, para analis mengatakan bahwa di samping pertanyaan-pertanyaan besar lainnya tentang masa depan Venezuela, peningkatan produksi minyak secara substansial tidak akan mudah atau cepat.

"Pemulihan produksi apapun akan membutuhkan investasi besar mengingat infrastruktur yang runtuh akibat salah urus dan kurangnya investasi selama bertahun-tahun," kata analis UBS, Giovanni Staunovo, kepada AFP.

Berinvestasi saat ini juga kurang menarik: harga minyak tertekan oleh kelebihan pasokan dan turun pada tahun 2025 meskipun ada hambatan pertumbuhan yang signifikan seperti perang tarif Trump dan konflik yang sedang berlangsung di Ukraina. ils/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.