Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Minyak Stabil, Investor Menunggu Data Inflasi dan Pertemuan OPEC+

📅 Selasa, 28 Mei 2024, 09:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Stabil, Investor Menunggu Data Inflasi dan Pertemuan OPEC+ Doc: ANTARA/REUTERS/Lisa Leutner
Ket. Bendera OPEC terlihat pada hari pertemuan OPEC+ di Wina, Austria, 5 Oktober 2022.

TOKYO - Harga minyak stabil di awal perdagangan Asia pada Selasa (28/5) karena investor menunggu data inflasi untuk menilai kebijakan moneter AS di masa depan dan keputusan kebijakan produksi dari pertemuan OPEC+ pada 2 Juni.

Kontrak minyak mentah Brent untuk bulan Juli turun 3 sen menjadi $83,07 per barel pada pukul 00.38 GMT (pukul 07.38 WIB). Kontrak Agustus yang lebih aktif turun 4 sen menjadi $82,85.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk bulan Juli berada di $78,68, naik 96 sen, atau 1,2 persen, dari penutupan hari Jumat, setelah diperdagangkan selama hari libur AS untuk menandai Memorial Day tanpa penyelesaian.

Harga minyak naik lebih dari 1 persen pada hari Senin dalam perdagangan yang sepi karena hari libur nasional di Inggris dan Amerika Serikat setelah minggu yang suram ditandai dengan prospek suku bunga AS dalam menghadapi inflasi yang kaku.

"Investor fokus pada data inflasi AS untuk menentukan waktu penurunan suku bunga," kata Satoru Yoshida, analis komoditas di Rakuten Securities. Pasar juga mencermati pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) yang akan datang.

"Kami memperkirakan harga minyak akan bergerak lebih tinggi dalam beberapa hari mendatang karena antisipasi berlanjutnya penurunan produksi secara sukarela oleh produsen minyak dan meningkatnya prospek pelonggaran kebijakan moneter AS," katanya, seraya menambahkan bahwa awal musim berkendara di AS juga akan memberikan dukungan.

Indeks pengeluaran konsumsi pribadi AS yang diperkirakan pada minggu ini akan menjadi sorotan untuk memberikan sinyal lebih lanjut mengenai kebijakan suku bunga. Indeks tersebut, yang akan dirilis pada tanggal 31 Mei, dipandang sebagai ukuran inflasi pilihan Federal Reserve AS.

Data inflasi Jerman pada hari Rabu dan pembacaan zona euro pada hari Jumat juga akan diawasi untuk melihat tanda-tanda penurunan suku bunga Eropa yang telah diperkirakan oleh para pedagang untuk minggu depan.

Semua perhatian juga tertuju pada pertemuan online OPEC+ yang akan datang pada tanggal 2 Juni.

Para produsen akan mendiskusikan apakah akan memperpanjang pengurangan produksi sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari hingga paruh kedua tahun ini, dengan tiga sumber dari negara-negara OPEC+ mengatakan kemungkinan perpanjangan tersebut.

Sementara itu, Goldman Sachs menaikkan perkiraan permintaan minyak global untuk tahun 2030 pada hari Senin dan memperkirakan konsumsi akan mencapai puncaknya pada tahun 2034 karena potensi perlambatan dalam adopsi kendaraan listrik (EV), sehingga menjaga kilang tetap beroperasi pada tingkat yang lebih tinggi dari rata-rata hingga akhir dekade ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

35 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.