Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Minyak Mentah Turun di Awal Perdagangan Asia

📅 Jumat, 28 Jul 2023, 10:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Mentah Turun di Awal Perdagangan Asia Doc: ANTARA/REUTERS/Tatiana Meel
Ket. Kapal tanker minyak mentah Fuga Bluemarine berlabuh dekat Terminal Kozmino, Teluk Nakhodka, dekat Kota Pelabuhan Nakhodka, Rusia, Minggu (4/12/2022).

TOKYO - Harga minyak melemah di awal perdagangan Asia pada Jumat (28/7) pagi, karena kekhawatiran permintaan membebani data ekonomi yang lebih kuat.

Minyak mentah berjangka Brent tergelincir 59 sen atau 0,7 persen, menjadi diperdagangkan di 83,65 dolar AS per barel pada pukul 00.27 GMT, tetapi berada di jalur untuk kenaikan mingguan sebesar 5,0 persen.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menyusut 51 sen atau 0,6 persen, menjadi diperdagangkan di 79,58 dolar AS per barel, namun berada di jalur untuk kenaikan mingguan 5,2 persen.

Minyak naik di sesi terakhir karena kekhawatiran perlambatan ekonomi global mereda oleh laporan pendapatan perusahaan yang kuat dan data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan.

Produk domestik bruto kuartal kedua AS tumbuh sebesar 2,4 persen, mengalahkan konsensus 1,8 persen, Departemen Perdagangan mengatakan Kamis (27/7), mendukung pandangan Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell bahwa ekonomi dapat mencapai apa yang disebut "soft landing".

Tetapi kenaikan suku bunga baru-baru ini dari bank-bank sentral global yang berusaha menjinakkan inflasi yang membandel menimbulkan pertanyaan tentang permintaan jangka panjang.

Pada Rabu (26/7), Federal Reserve AS menerapkan kenaikan suku bunga 25 basis poin seperti yang diperkirakan secara luas, dan Bank Sentral Eropa mengikutinya pada Kamis (27/7).

Awal pekan ini minyak jatuh setelah data menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun kurang dari yang diharapkan dan Federal Reserve AS menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase, membuka jalan untuk kenaikan lainnya.

"Kami masih belum melihat banyak peningkatan permintaan produk terutama di dalam produk sulingan yang telah memberikan banyak dukungan positif pada bulan lalu," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates LLC di Galena, Illinois.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.