Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hadapi Ancaman “Godzilla El Nino”, Mentan Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Irigasi dan Benih Tahan Kekeringan

📅 Senin, 20 Apr 2026, 16:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi Ancaman “Godzilla El Nino”, Mentan Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Irigasi dan Benih Tahan Kekeringan Doc: Antara
Ket. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah) didampingi jajarannya memberi keterangan kepada awak media dalam jumpa pers usai rapat dengan seratusan bupati di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Senin (20/4).

Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun untuk program irigasi melalui pompanisasi dan bantuan benih unggul sebagai langkah strategis menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena Godzilla El Nino.

"Kami dorong anggaran kita untuk hari ini untuk irigasi Rp3 triliun lebih," kata Mentan ditemui usai rapat bersama 170 bupati seluruh Indonesia di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Senin (20/4).

Kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga produktivitas pertanian nasional tetap stabil di tengah ancaman kekeringan akibat musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Dari total anggaran tersebut, pemerintah menggelontorkan lebih dari Rp3 triliun khusus untuk penguatan infrastruktur irigasi, termasuk pompanisasi dan optimalisasi sumber air bagi lahan pertanian di daerah rawan kekeringan.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan program cetak sawah baru seluas 30 ribu hektare guna memperluas area tanam dan meningkatkan kapasitas produksi pangan nasional secara bertahap dan berkelanjutan.

Program irigasi yang diperkuat mencakup pengelolaan lahan hingga 1,5 juta hektare di seluruh Indonesia melalui berbagai metode, termasuk pompanisasi, pemanfaatan sungai, embung dan sumber air lainnya.

Dalam implementasinya, pemerintah telah membuka pendaftaran bantuan pompa air sebanyak 80 ribu unit yang ditargetkan mampu menjangkau sekitar 1 juta hektare lahan sawah terdampak kekeringan.

Mentan menegaskan percepatan distribusi bantuan akan diberikan kepada daerah yang aktif dan responsif dalam mengajukan kebutuhan.

Selain pompanisasi, pemerintah juga mengalokasikan sekitar Rp2 triliun untuk penyediaan benih unggul tahan kekeringan guna mendukung peningkatan indeks pertanaman di berbagai wilayah.

"Bantuannya sudah jalan, kita anggarkan semuanya, estimasi Rp2 triliunan," ucap Amran.

Benih tersebut dirancang untuk mempercepat masa tanam serta memungkinkan petani meningkatkan frekuensi tanam dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

Program bantuan benih difokuskan pada wilayah upland atau lahan tadah hujan yang selama ini hanya mampu ditanami sekali dalam setahun akibat keterbatasan sumber air.

"Benih kekeringan kita bantu khususnya yang naikkan IP (Indeks Pertanaman). Dari satu menjadi dua kali, kita memberi benih yang tahan kekeringan dan umurnya agak pendek (benih padi)," jelasnya.

Dengan dukungan pompanisasi dan akses air tambahan, lahan tersebut diharapkan dapat dioptimalkan sehingga produktivitas meningkat tanpa bergantung sepenuhnya pada curah hujan musiman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.