Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gus Falah Sebut PDI Perjuangan Intensif Komunikasi dengan NU

📅 Selasa, 26 Sep 2023, 13:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gus Falah Sebut PDI Perjuangan Intensif Komunikasi dengan NU Doc: antarafoto
Ket. Sekretaris Umum (Sekum) Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah

JAKARTA - Sekretaris Umum (Sekum) Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah mengungkapkan bahwa PDI Perjuangan intensif melakukan komunikasi dengan Nahdlatul Ulama (NU).

"Nahdlatul Ulama adalah organisasi Islam terbesar di dunia. Maka, pendekatan-pendekatan terhadap alim ulama maupun kiainya menjadi penting guna meningkatkan suara bagi PDI Perjuangan dari kalangan nahdiyin," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (26/9).

Gus Falah yang juga Ketua PBNU itu menyatakan bahwa komunikasi itu bersifat struktural dan kultural. "Kuncinya satu, sentuh hatinya sebab selama ini NU yang menjaga Indonesia. Bila selama ini NU bagaikan mendorong mobil mogok, setelah jalan, ditinggal, NU tidak lagi seperti itu," katanya menegaskan.

Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo ketika memimpin Jawa Tengah bersama Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin sejak 2018 hingga 2023. Gus Yasin merupakan anak dari ulama NU terkenal dari Rembang K.H. Maimun Zubair.

Menurut Gus Falah, Ganjar Pranowo juga sudah bersinergi dengan NU dalam berbagai momentum. "Dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan NU, Mas Ganjar selalu hadir," kata anggota DPR RI ini.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengklaim NU dan Muhammadiyah memiliki visi dan misi yang sama dengan partainya untuk mewujudkan Indonesia Raya.

"PDI Perjuangan, Muhammadiyah, dan NU memiliki visi dan misi bersama untuk mewujudkan Indonesia Raya," katanya di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (25/9).

Hal itu disampaikan Hasto menanggapi pertanyaan wartawan terkait dengan banyaknya kader NU yang bergabung dengan PDI Perjuangan dan kemungkinan mengusung calon wakil presiden dari kalangan NU.

"Kami di PDI Perjuangan memiliki kesadaran historis dan kultural serta ideologis yang sama, apalagi capres dan cawapresnya," kata Hasto.

Hasto menerangkan bahwa partainya dengan NU dan Muhammadiyah memang punya banyak kesamaan bila melihat sejarahnya.

"NU dan Muhammadiyah itu saudara tua PDI Perjuangan. Ini teman sehayat, sekandung badan. Muhammadiyah 1912, NU 1926, dengan visi membangun Indonesia yang luar biasa," kata Hasto.

PDI Perjuangan, lanjut Hasto, lahir gagasan Proklamator RI Bung Karno yang membentuk Partai Nasional Indonesia (PNI). Kelahiran PNI, NU, dan Muhammadiyah itu memang berdekatan sehingga layak disebut saudara sekandung. "PNI sebagai akar PDI Perjuangan pada tahun 1927 sehingga kami memang klop," kata Hasto menegaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.