Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Guru Besar Unair Gagas Gerakan Multiblok

📅 Selasa, 03 Okt 2023, 15:46 WIB | Oleh:
Guru Besar Unair Gagas Gerakan Multiblok Doc: Istimewa
Ket. Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Airlangga, I Gede Wahyu Wicaksana.

SURABAYA - Seiring perkembangan dinamika geopolitik di Indo-Pasifik, Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Airlangga, I Gede Wahyu Wicaksana, baru-baru ini menggagas gerakan multiblok untuk negara-negara di dunia.

Menurut Gede, gerakan non blok yang telah eksis dan diikuti oleh lebih dari 100 negara, tidak lagi menghadapi ketegangan pasca meredanya pertentangan blok barat dan blok timur.

"Apakah nonblok masih relevan? Secara praktis, nonblok berarti tidak melibatkan diri, ataupun dilibatkan, ke dalam persekutuan militer dan politik salah satu kubu yang berseteru; baik Barat maupun Timur Perang Dingin. Namun kini tidak ada lagi Perang Dingin kapitalisme versus sosialisme. Indonesia pun tidak lagi menghadapi ancaman intrusi ideologis dari luar negeri," tuturnya di Surabaya, Rabu (3/10).

Menurutnya, posisi nonblok tidak konsisten dengan nilai-nilai yang terkandung dalam politik luar negeri bebas aktif. "Acapkali terjadi kekeliruan intelektual maupun praktis yang menyamakan nonblok sepenuhnya sebagai wujud dari bebas aktif".

"Jelas posisi netral dan pasif bertolakbelakang dengan semangat politik bebas aktif yang mendorong Indonesia untuk menimbang secara rasional kemana akan bergerak dan akan berbuat apa di arena internasional. Bukan menjauh dari panggung dan menjadi penonton," tegasnya.

Gede mengatakan, geopolitik di Kawasan Indo-Pasifik, membentang dari pantai timur Afrika hingga ke Karibia, pun didominasi oleh persaingan ekonomi, politik, militer, dan teknologi Amerika Serikat dan Tiongkok. Kompetisi kedua adidaya Indo-Pasifik tidak berkaitan dengan ambisi ideologi, melainkan didorong oleh faktor material kepentingan nasional masing-masing.

"Bagaimana Indonesia harus bersikap? Selama ini tidak dapat apa-apa, jawabannya, bukan nonblok tetapi multiblok," tegasnya.

Dia mencontohkan, India yang 70 tahun lalu berperan sebagai salah satu pendiri Non Blok, sekarang sudah mengambil sikap sebagai multiblok.

"India tricky, dulu membangun Non Blok sekarang meninggalkan, masuk BRICS (Brazil, India, Tiongkok, Afrika Selatan) dan aliansi QUAD (Amerika Serikat, Jepang, India, dan Australia). India bisa dapat senjata baik dari Rusia, atau Amerika," ungkapnya.

Dia menjelaskan, strategi multiblok bersifat eklektik, menggabungkan antara otonomi strategis dan hedging plus keterlibatan aktif (engagement) dalam dua atau tiga organisasi internasional dimana Negara-negara besar dan kuat Indo-Pasifik berhimpun.

Untuk mendukung multiblokisme, Gede menyoroti tiga jenis modalitas dan prospektif yakni pengalaman diplomasi, relasi bilateral, dan aktivisme multilateral. Tiga poin rekomendasi yang sekiranya bisa dipertimbangkan dan dijalankan guna mewujudkan tujuan kebijakan luar negeri multiblok.

Pertama, lanjutnya, karena transformasi dari nonblok menuju multiblok bersifat radikal, maka dibutuhkan sebuah desain besar atau grand design kebijakan luar negeri yang dijiwai interpretasi sejati bebas aktif. Nonblok, aliansi, multiblok dan lain-lain diformulasi sebagai pilihan-pilihan strategis yang relevan.

Kedua, pada level struktural, perlu dilakukan penataan kelembagaan birokrasi diplomasi dan pertahanan nasional. Hal ini krusial, sebab Indonesia masih 'pemula' di permaianan multiblok. Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan harus bersinergi sebagai dua ujung tombak implementasi strategi multiblok.

Ketiga, di lingkungan regional dimana peran multilateral-plus ASEAN harus direalisasikan, maka dibutuhkan review terhadap perangkat organisasi. Struktur normatif ASEAN, seperti kaedah perilaku, lembaga extra-regional, dan subregionalisme yang tidak relevan seharusnya tidak lagi mendapatkan perhatian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

51 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.