Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Papua Barat Canangkan Penanaman Komoditas Penyumbang Inflasi

📅 Sabtu, 06 Jul 2024, 00:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gubernur Papua Barat Canangkan Penanaman Komoditas Penyumbang Inflasi Doc: ANTARA/Fransiskus Salu Weking
Ket. Penjabat Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere (tengah) melakukan penanaman bibit cabai di kebun ketahanan pangan, Kampung Susweni, Manokwari, Jumat (5/7/2024).

Manokwari - Penjabat Gubernur Papua Barat Ali Baham Temongmere mencanangkan penanaman serentak komoditas penyumbang inflasi di kebun ketahanan pangan Kampung Susweni, Kabupaten Manokwari.

"Ada sejumlah komoditas pangan penyumbang inflasi yang ditanam seperti cabai, tomat, bawang merah, bawang putih, dan lainnya," kata Ali Baham di Manokwari, Jumat.

Dia menjelaskan kegiatan budidaya tanaman pangan lokal melibatkan seluruh aparatur yang tersebar pada 47 organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup pemerintah provinsi.

Hal tersebut merupakan upaya pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan stok komoditas pangan, sehingga harga tetap terkendali dan inflasi tidak mengalami peningkatan.

"Tujuan utama gerakan serentak yang dilakukan adalah menjaga ketersediaan dan kestabilan harga supaya inflasi tetap terkendali," ujarnya.

Pemerintah daerah, kata dia, intensif mengedukasi seluruh komponen masyarakat agar memanfaatkan pekarangan rumah dan lahan tidur untuk pembudidayaan komoditas pangan lokal.

Peran aktif masyarakat dalam gerakan menanam berbagai jenis komoditas lokal dapat mewujudkan ketahanan pangan di daerah sekaligus mengantisipasi dampak perubahan iklim.

"Cuaca ekstrem diprediksi terjadi Agustus mendatang yang mengakibatkan suhu meningkat, terjadi kekeringan, dan gagal panen," ucap Ali Baham.

Hasil produksi kebun ketahanan pangan, kata dia, disuplai ke sejumlah pedagang di Manokwari guna menjamin ketersediaan pasokan sekaligus menjaga kestabilan harga komoditas dimaksud.

Mekanisme pendistribusian hasil panen akan dirumuskan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua Barat agar upaya mengendalikan inflasi tepat pada sasaran

"Apakah ada toko sendiri yang menampung hasil panen lalu dijual dengan harga murah atau seperti apa, nanti dirumuskan sama-sama," kata Ali Baham.

Penjabat Sekretaris Daerah Papua Barat Yacob Fonataba menjelaskan aparatur pemerintah daerah sudah semestinya menjadi contoh bagi masyarakat agar kampanye budidaya pangan lokal dapat diimplementasikan.

Pemerintah provinsi juga membuka ruang bagi masyarakat sekitar kawasan Susweni berpartisipasi mengelola kebun ketahanan pangan yang sudah dilengkapi sistem irigasi pompa dan pipa.

"Kalau pemerintah tidak turun ke lapangan, bagaimana mungkin bisa mengajak masyarakat melakukan budidaya tanaman pangan," ujar Yacob.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Papua Barat mengalami inflasi tahunan pada Juni 2024 sebesar 3,73 persen (yoy) lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat 4,56 persen (yoy).

Inflasi dipengaruhi kenaikan indeks harga dari lima komoditas yang memberikan andil terbesar, yaitu beras, tarif angkutan udara, ikan tuna, bawang putih, dan tomat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.