Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gerak Cepat, BPBD Jabar Sebut Tiga Kabupaten di Jabar Berstatus Darurat Kekeringan

📅 Kamis, 14 Sep 2023, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, BPBD Jabar Sebut Tiga Kabupaten di Jabar Berstatus Darurat Kekeringan Doc: ANTARA/HO-BPBD Garut
Ket. Petugas BPBD mendistribusikan air bersih untuk masyarakat di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Bandung Barat - Gerak cepat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat menyebutkan sebanyak tiga kabupaten berstatus siaga darurat kekeringan.

"Sudah menetapkan status tanggap darurat kekeringan di tiga wilayah di Jabar yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi serta Kabupaten Garut," kata Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar Hadi di Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu.

Meski baru beberapa yang ditetapkan darurat kekeringan, Hadi mengatakan hingga saat ini, BPBD masih terus bersiaga menghadapi kekeringan yang telah melanda 16 kota/kabupaten di Jawa Barat dengan total 109 kecamatan dan 268 desa terdampak kekeringan.

Dengan kondisi seperti ini, lanjut dia, BPBD telah memberikan suplai air bersih sebanyak 5.249.480 liter ke seluruh wilayah terdampak kekeringan di Jabar.

"Dengan mengupayakan suplai-suplai air ke masyarakat yang terdampak untuk kebutuhan air bersih, karena itu yang paling penting," ucap dia.

Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan unsur pemerintah dengan ikut turut serta menyediakan peralatan teknis di lapangan, untuk bisa dikerahkan ke wilayah terdampak.

"Kita lakukan juga koordinasi dengan dinas-dinas untuk membantu sumber daya peralatan seperti mobil tangki agar bisa didorong ke wilayah-wilayah terdampak," katanya.

Dia menjelaskan BPBD Jabar telah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi dampak dari kekeringan, antara lain membangun kolam retensi sebagai upaya untuk mengurangi dampak yang lebih luas.

"Tentu saja yang perlu selalu kita antisipasi adalah sisi mitigasinya. Nah artinya memang beberapa upaya memang sudah dilakukan seperti dengan membuat danau buatan," ucap Hadi menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

59 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.