Gelombang Panas Picu Lonjakan Permintaan AC di Eropa
📅 Senin, 14 Jul 2025, 23:33 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Xinhua/Alberto Lingria
BERLIN - Gelombang panas yang berkelanjutan saat musim panas di Eropa mendorong semakin banyak rumah tangga mempertimbangkan kembali opsi untuk menyejukkan diri mereka, sebuah tren yang menciptakan peluang baru bagi produsen peralatan Tiongkok menyasar pasar yang telah lama menolak penggunaan penyejuk udara (air conditioner/AC).
Menurut sebuah buletin dari Organisasi Meteorologi Dunia, gelombang panas yang datang lebih awal dan intens melanda seluruh Eropa pada akhir Juni dan awal Juli.
Suhu di Spanyol selatan melonjak hingga 46 derajat Celsius, sementara Prancis mencatatkan rekor hari terpanas pada bulan Juni dalam sejarahnya.
Austria, Slovenia, dan Bosnia merilis peringatan merah untuk suhu tinggi, dan sejumlah negara termasuk Jerman, Italia, dan Portugal juga mengalami musim panas yang menyengat.
Namun, AC masih belum banyak digunakan di Eropa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Data CNN menunjukkan hanya sekitar 20 persen rumah tangga yang memiliki sistem penyejuk udara.
Di Inggris, angkanya hanya 5 persen, sementara di Jerman angkanya di bawah 3 persen.
Perpaduan antara hambatan struktural dan ekonomi, termasuk proporsi hunian sewa yang tinggi, biaya listrik yang mahal, dan nilai-nilai keberlanjutan yang sudah tertanam kuat, membuat AC sudah lama tidak dijumpai di rumah-rumah di Eropa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Unit AC biasa berkapasitas 1,5 tenaga kuda (umumnya dikenal sebagai PK di Indonesia) dijual seharga 600-800 euro (1 euro = Rp18.960) di Jerman, namun pemasangannya dapat memakan biaya lebih dari 1.500 euro jika tenaga kerja, izin, dan persetujuan bangunan turut dihitung.
Pihak penyewa juga memerlukan persetujuan dari pemilik bangunan dan mungkin harus memindahkan unit ketika mereka pindah.
Tingginya biaya energi juga menjadi hambatan lainnya. Sebagai contoh, di Berlin, biaya listrik mencapai sekitar 0,30 hingga 0,40 euro per kilowatt-jam.
Menyalakan AC terus menerus selama bulan Juli dan Agustus dapat membuat tagihan listrik rumah tangga membengkak hingga di atas 200 euro.
Bangunan hunian yang menua di Eropa menambah lapisan kerumitan lainnya. Banyak bangunan tidak memiliki saluran udara (duct) yang telah terpasang, dan di kawasan bersejarah, unit AC di luar ruangan kerap kali dilarang demi melindungi tampilan bangunan.
Kendati demikian, sejarah tersebut kemungkinan bakal mulai berubah. Suhu tinggi yang persisten, berpadu dengan meningkatnya kekhawatiran perihal risiko kesehatan, mulai mengikis resistensi lingkungan dan budaya yang telah berlangsung lama.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!