Geger Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Datangi KPK, Ada Apa?
📅 Kamis, 11 Des 2025, 17:19 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/MUHAMMAD RIZKY FEBRIANSYAH
JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membahas penyelamatan aset negara dan upaya penataan lingkungan.
Ia menegaskan bahwa Jawa Barat membutuhkan langkah terpadu dalam normalisasi sungai, pemulihan kawasan hutan, dan pencegahan bencana yang melibatkan berbagai pihak, termasuk PTPN dan Perhutani.
“Saya ke bidang pencegahan urus normalisasi sungai, penyelamatan aset negara, dan upaya kami melakukan penghijauan di areal tanah-tanah negara di Jawa Barat,” ujar Dedi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis.
Dedi mengatakan pihaknya membahas hal tersebut dengan KPK karena Pemerintah Provinsi Jawa Barat selama masa kepemimpinannya berfokus pada konservasi dan penataan lingkungan.
“Kami ini kan dalam keadaan bencana, dan Jawa Barat sejak saya memimpin sampai sekarang concern (berfokus, red.) pada konservasi maupun penataan lingkungan,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Oleh sebab itu, dia mengatakan dirinya mengajak jajaran PT Perkebunan Nusantara atau PTPN (Persero), Perum Perhutani, hingga Balai Besar Wilayah Sungai Kementerian Pekerjaan Umum untuk bertemu dengan KPK.
“Untuk bersama-sama ke sini agar seluruh aset-aset yang ada di Jawa Barat terjaga, dan fungsi-fungsi sungai, hutan, hingga perkebunan bisa berfungsi kembali, sehingga terhindar dari bencana,” ujarnya.
Selain itu, dia mengajak jajaran BUMN maupun Kementerian PU tersebut sebab upaya konservasi maupun penataan lingkungan di Jabar bersinggungan dengan tanah negara yang dikuasai BUMN maupun kementerian/lembaga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Direktur Koordinasi Supervisi Wilayah II KPK Bahtiar Ujang Purnama mengatakan lembaga antirasuah tersebut siap membantu Pemprov Jabar dalam menyelamatkan aset negara maupun memitigasi bencana.
“Prinsipnya KPK siap membantu Pemerintah Jawa Barat untuk memitigasi lingkungan agar tidak terjadi bencana alam,” kata Bahtiar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!