Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ganjar Targetkan Satu Desa Satu Puskesmas untuk Indonesia Emas

📅 Rabu, 20 Sep 2023, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ganjar Targetkan Satu Desa Satu Puskesmas untuk Indonesia Emas Doc: ANTARA/Tim Media Ganjar Pranowo

Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, menargetkan pelaksanaan Program Satu Desa Satu Puskesmas untuk mewujudkan Indonesia Emas pada sektor kesehatan.

"Untuk menuju Indonesia Emas, masyarakat harus makmur, sehat, pintar dan produktif. Nah soal kesehatan ini, masih banyak PR yang harus kita selesaikan," kata Ganjar melalui keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Senin (18/9).

Ganjar mengakui ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai di Indonesia belum merata dan masih banyak masyarakat di desa yang terpaksa berobat ke dukun karena minimnya akses kesehatan.

"Untuk itu, saya menargetkan ke depan harus terpenuhi satu desa satu puskesmas dan satu dokter agar masyarakat mudah mengakses fasilitas kesehatan di manapun mereka berada," ujar Ganjar saat mengisi kuliah kebangsaan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia.

Selain membangun sarana prasarana, hal yang pertama dilakukan Ganjar adalah membenahi sistem pendidikan di Indonesia karena sampai saat ini image sekolah kedokteran adalah sulit dan sangat mahal.

"Saya punya pengalaman mendampingi perguruan tinggi yang ingin mengusulkan dibukanya prodi kedokteran. Itu sulitnya minta ampun, padahal kita masih kekurangan dokter, harusnya ini dipermudah," kata dia.

Belum lagi, lanjut Ganjar, kualitas dokter yang belum optimal dan hingga kini masih banyak orang Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri. "Ini PR yang harus kita selesaikan, bagaimana infrastruktur kesehatan harus merata, kualitas dokter ditingkatkan dan lainnya. Dan ini mesti cepat," tegas dia.

Selain menyiapkan tenaga kesehatan, juga harus diikuti dengan pengembangan industri alat-alat kesehatan sebab banyak alat kesehatan di Indonesia yang didatangkan dari luar negeri karena Indonesia belum bisa memproduksi.

"Ke depan pengembangan kawasan industri kesehatan harus kita genjot, agar peralatan kesehatan kita bisa kembangkan sendiri. Tidak melulu kita harus impor karena kita sebenarnya bisa membuatnya di dalam negeri," ujar dia.

Menurut Ganjar, pengalaman penanganan pandemi Covid-19 seharusnya bisa menjadi momentum bagi Indonesia agar bangkit, memperbaiki sektor kesehatan.

"Saat pandemi misalnya, terungkap bahwa Indonesia belum mampu membuat masker medis. Di sinilah peran penting kampus, BRIN dan pengusaha untuk ditugaskan agar mampu memproduksi alat kesehatan sendiri. Anggaran untuk penelitian dan inovasi harus kira dorong untuk mewujudkan itu," kata dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.