FTSE Russell Tunda Review Saham Indonesia, IHSG Diproyeksikan Koreksi
📅 Selasa, 10 Feb 2026, 10:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA - Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami koreksi lanjutan dalam jangka pendek pada perdagangan Selasa (10/2).
Salah satu sentimen utama yaitu keputusan FTSE Russell yang menunda review indeks Indonesia periode Maret 2026, yang menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar, khususnya investor institusi global.
"Tekanan psikologis dari penundaan review FTSE, meskipun sifatnya teknis, tetap dapat mendorong pelaku pasar untuk mengambil sikap wait and see, terutama di tengah minimnya katalis positif baru dari global. Kondisi ini biasanya mendorong pasar untuk menguji ulang area support terdekat sebagai bentuk pencarian keseimbangan baru," ujar Hendra kepada Antara di Jakarta, Selasa.
Secara teknikal, Ia memproyeksikan IHSG berpeluang menguji kembali ke level terendah kemarin di area 7.863. Level ini menjadi support penting dalam jangka sangat pendek karena mencerminkan area di mana minat beli mulai muncul.
"Selama level tersebut masih mampu dipertahankan, koreksi yang terjadi dapat dikategorikan sebagai pullback yang wajar dalam fase konsolidasi, bukan sinyal pembalikan tren yang lebih dalam," ujar Hendra.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, area 8.100 menjadi resistance psikologis yang cukup kuat. Selain sebagai angka bulat yang sensitif secara psikologis, level ini juga merupakan area distribusi sebelumnya, di mana tekanan jual cenderung kembali meningkat.
"Tanpa adanya katalis kuat, baik dari arah kebijakan global maupun domestik, peluang IHSG untuk menembus level 8.100 dalam waktu dekat relatif terbatas," ujar Hendra.
Ke depan, Hendra mengatakan perhatian pelaku pasar akan tertuju pada perkembangan reformasi pasar modal Indonesia menjelang review kuartalan FTSE berikutnya pada Juni 2026, dengan pengumuman pada 22 Mei 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, kejelasan arah kebijakan free float dan konsistensi implementasinya akan menjadi faktor kunci untuk mengembalikan kepercayaan penyedia indeks global.
"Dalam kondisi pasar seperti ini, strategi yang lebih rasional bagi investor adalah tetap selektif, memanfaatkan koreksi di area support untuk akumulasi saham berfundamental kuat, sambil menjaga disiplin manajemen risiko di tengah volatilitas yang masih tinggi," ujar Hendra.
Hendra mengatakan keputusan FTSE Russell untuk menunda review indeks Indonesia pada Maret 2026 menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar, khususnya investor institusi global.
Ia menjelaskan, penundaan ini bukan mencerminkan penurunan kualitas fundamental pasar modal Indonesia, melainkan lebih menegaskan adanya ketidakpastian teknis dalam proses reformasi pasar, terutama terkait penentuan free float minimum serta potensi gangguan mekanisme pasar selama masa transisi kebijakan.
"Bagi penyedia indeks global, kepastian regulasi dan stabilitas struktur pasar merupakan prasyarat utama sebelum melakukan penyesuaian komposisi indeks," ujar Hendra.
Ia melanjutkan, dampak langsung dari keputusan ini adalah dibekukannya seluruh perubahan indeks FTSE untuk Indonesia dalam jangka pendek.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!