Filipina Kecam Tindakan Ceroboh Tiongkok di Scarborough Shoal
📅 Senin, 12 Agu 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Ted ALJIBE
MANILA - Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, pada Minggu (11/8) mengecam apa yang disebutnya sebagai tindakan ilegal dan sembrono yang dilakukan Angkatan Udara Tiongkok pekan lalu terhadap pesawat militer Filipina yang berpatroli di terumbu karang Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan.
Dua pesawat Angkatan Udara Tiongkok melakukan manuver berbahaya dan menjatuhkan suar di jalur pesawat turboprop Angkatan Udara Filipina di atas Scarborough Shoal pada Kamis (8/8) pekan lalu, menurut militer Filipina.
Manila mengatakan tindakan Tiongkok membahayakan nyawa awaknya walau pesawat patroli Filipina tersebut bisa kembali dengan selamat ke pangkalan.
"Tindakan Tiongkok tidak dapat dibenarkan, ilegal dan ceroboh, terutama karena pesawat PAF (Angkatan Udara Filipina) sedang melakukan operasi keamanan maritim rutin di wilayah udara kedaulatan Filipina," ucap Presiden Marcos Jr dalam sebuah pernyataan.
Presiden Filipina itu pun menyatakan mengutuk keras insiden tersebut, kata pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa pihaknya mengkhawatirkan akan terjadi ketidakstabilan di wilayah udara Filipina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tiongkok pada Sabtu (10/8) membela operasinya dengan mengatakan pihaknya telah mengorganisir angkatan laut dan udara untuk secara sah (untuk mengusir) pesawat Filipina, menyusul pemberian peringatan berulang kali.
"Kami dengan tegas memperingatkan Filipina untuk segera menghentikan pelanggaran, provokasi, dan distorsi," kata sebuah pernyataan dari Komando Armada Wilayah Selatan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok, seraya menambahkan bahwa Tiongkok memiliki kedaulatan yang tidak dapat disangkal atas Pulau Huangyan (Scarborough Shoal) dan perairan di sekitarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Titik Pertikaian
Insiden terbaru ini terjadi setelah serangkaian konfrontasi yang semakin tegang antara Manila dan Beijing, yang mengklaim sebagian besar wilayah LTS dan merebut perairan dangkal tersebut setelah perselisihan dengan Filipina pada tahun 2012.
Pada bulan Juni lalu, militer Filipina mengatakan salah satu pelautnya kehilangan jempol dalam konfrontasi di Second Thomas Shoal di wilayah lain LTS, ketika Penjaga Pantai Tiongkok juga menyita atau menghancurkan peralatan Filipina termasuk senjata.
Beijing menyalahkan Manila atas eskalasi ini dan mempertahankan tindakannya untuk melindungi klaimnya adalah sah dan proporsional.
Setelah bentrokan Second Thomas Shoal, kedua negara menyetujui sebuah pengaturan sementara untuk pengiriman pasokan bagi pasukan Filipina yang berada di sebuah kapal perang usang yang sengaja dikandaskan di atas terumbu karang di LTS, dan juga untuk meningkatkan jumlah jalur komunikasi untuk menyelesaikan perselisihan di jalur air tersebut.
Aksi Angkatan Udara Tiongkok pada Kamis terjadi sehari setelah Tiongkok melakukan patroli tempur di dekat Scarborough Shoal untuk menguji kemampuan serangan pasukannya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!