Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Efek Pemanasan Global, Taliban Siapkan Pembom Bunuh Diri atas Sengketa Air dengan Iran

📅 Selasa, 08 Agu 2023, 16:06 WIB | Oleh:
Efek Pemanasan Global, Taliban Siapkan Pembom Bunuh Diri atas Sengketa Air dengan Iran Doc: Istimewa
Ket. Taliban mengatakan siap berperang dengan Iran atas sengketa air dan akan mengirim ribuan tentara dan ratusan pelaku bom bunuh diri ke lokasi yang disengketakan.

KABUL - Para pemimpin Taliban saat ini tengah terlibat dalam konflik sumber daya air dengan tetangga mereka karena efek pemanasan global yang parah setelah dua dekade berperang melawan Amerika Serikat. Wilayah tersebut menjadi semakin tidak stabil karena perselisihan dengan Iran atas sumber daya air yang menipis.

Bloomberg baru-baru ini melaporkan, perselisihan tentang air dari sungai Helmand antara otoritas Taliban dan pejabat Iran kian memanas. Bahkan Kabul disebut telah siap berperang dengan negara Mullah itu dengan ribuan tentara, termasuk di dalamnya pembom bunuh diri.

"Meskipun ada permintaan untuk negosiasi, kehadiran militer Taliban yang tidak biasa termasuk pasukan bom bunuh diri bersama ratusan kendaraan militer dan senjata yang ditinggalkan AS," ujar sumber Bloomberg yang meminta untuk tetap anonim.

Sebelumnya, Presiden Iran, Ebrahim Raisi, pada pertengahan Mei, mengeluarkan peringatan kepada Taliban agar menghormati perjanjian pasokan air Afghanistan tahun 1973, atau negara langganan perang itu akan menghadapi konsekuensi.

Seorang tokoh Taliban menawarkan hadiah olok-olok berupa wadah air 20 liter sebagai tanggapan dan menyuruhnya berhenti membuat ultimatum yang menakutkan . Sekitar seminggu kemudian, pertempuran meletus di perbatasan, menyebabkan dua penjaga Iran dan satu anggota Taliban tewas.

Iran menerima 820 juta meter kubik air setiap tahun dengan laju aliran 22 meter kubik per detik, dengan opsi untuk membeli tambahan empat meter kubik per detik selama tahun air "normal", menurut perjanjian 1973 antara kedua negara.

Namun, kesepakatan tersebut tidak dapat dilaksanakan secara memadai karena konflik yang terjadi selama empat dekade di negara tersebut. Pemberontakan politik di Afghanistan pada 1973, pendudukan Soviet di negara itu pada tahun berikutnya, dan akhirnya, munculnya Taliban pada 1995 telah mengahalangi kesepakatan itu untuk dilaksanakan sepenuhnya.

Di sisi lain, menurut data Republik Islam Afghanistan, Afghanistan hanya menggunakan 25 persen sumber daya airnya; sisanya masuk ke negara tetangga, termasuk Iran dan Pakistan.

"Kekurangan air di cekungan Sungai Helmand adalah akibat dari perubahan iklim saat negara memanas dan mengalami curah hujan yang sangat tinggi diikuti dengan musim kemarau yang parah," kata Graeme Smith, konsultan senior di Afghanistan di International Crisis Group, sebuah lembaga non-pemerintah. -organisasi laba.

"Suhu di negara ini naik 1,8 Celcius sejak 1950," ujarnya.

Sungai terpanjang di Afghanistan menyediakan air penting untuk pertanian dan digunakan oleh jutaan orang di kedua sisi perbatasan.

Iran mengklaim bahwa Taliban telah mengurangi aliran air sejak mendapatkan kembali kendali dan tidak mempertahankan tawaran di pihak Afghanistan.

Dalam konferensi pers pekan lalu, juru bicara kementerian luar negeri Iran, Nasser Kanani, mengatakan bahwa "perjanjian awal telah dibuat dengan pemerintah Taliban atas hak Iran atas air dari Helmand" tanpa rincian lebih lanjut.

"Tanggapi kata-kata saya dengan serius," kata Raisi, presiden Iran sejak 2021, saat berkunjung ke Sistan-Baluchistan, provinsi termiskin di negara itu, yang dilanda kekurangan air.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

29 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.