Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dua Spesies Langka Katak Bertaring Ditemukan di Pegunungan Meratus

📅 Jumat, 18 Jul 2025, 17:03 WIB | Oleh:
Dua Spesies Langka Katak Bertaring Ditemukan di Pegunungan Meratus Doc: ANTARA/HO-Instagram BRIN
Ket. Peneliti menunjukkan dua spesies baru katak bertaring hasil temuan di kawasan Pegunungan Meratus, di Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng).

BANJARMASIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI menemukan dua spesies langka katak bertaring di kawasan Pegunungan Meratus Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng).

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalsel Taufik Hidayat dikonfirmasi di Banjarmasin, Jumat, mengatakan pihaknya telah menerima laporan penemuan dua spesies baru itu, dengan nama resmi Limnonectes Maanyanorum sp.nov. dan Limnonectes Nusantara sp. nov.

Taufik menyebutkan spesies Limnonectes Maanyanorum sp.nov. ditemukan di Gunung Karasik, Kalteng, diberikan nama itu untuk menghormati masyarakat Dayak Maanyan. Sedangkan spesies Limnonectes Nusantara sp. nov. ditemukan di perbatasan Hulu Sungai Selatan (Kecamatan Loksado) dan Banjar (Kecamatan Paramasan), diberikan nama itu untuk menghormati masyarakat Dayak Meratus.

“Peneliti dari BRIN dan Universitas Jepang melakukan penelitian di Pegunungan Meratus, kami diberikan laporan terkait penemuan dua spesies baru katak bertaring ini,” ujar Taufik.

Menurut dia, temuan spesies baru hayati itu membuktikan bahwa Pegunungan Meratus merupakan warisan berharga yang menyimpan sejuta kekayaan alam, sekaligus menguatkan Pegunungan Meratus yang merupakan bagian dari Geopark Meratus yang saat ini telah diakui UNESCO, sebagai warisan dunia usai ditetapkan menjadi Geopark Global di Prancis pada Juni 2025.

Sebaiknya Anda baca juga:

Taufik mengatakan masih banyak kemungkinan spesies baru yang belum pernah ada di Indonesia bahkan di dunia yang sebenarnya ada di kawasan Pegunungan Meratus. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis penelitian seperti yang baru dilakukan BRIN.

Terkait temuan spesies baru itu, ia menyebutkan ini menjadi keuntungan bagi Kalsel karena akan semakin dikenal dunia karena memiliki kekayaan sumber daya alam yang tak terbatas, terlebih Geopark Meratus telah diakui oleh UNESCO.

“Penelitian di Pegunungan Meratus memang memiliki tantangan tersendiri. Ke depan mudahan ada kerja sama dengan BRIN terkait penelitian seperti ini, kita harus munculkan potensi yang ada,” ujar Taufik.

Sebelumnya, peneliti dari BRIN dan Universitas Jepang melakukan penelitian di Pegunungan Meratus, yang mana wilayah itu membentang luas dari Kalsel hingga ke perbatasan-perbatasan Kalteng dan Kaltim.

Penelitian itu diketuai oleh Profesor Riset Bidang Herpetologi Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN RI Amir Hamidy.

Dari hasil temuan itu, Amir mengatakan penemuan ini menjadi kontribusi penting dalam upaya mendokumentasikan keanekaragaman herpetofauna Kalimantan, serta menegaskan peran penting wilayah Pegunungan Meratus dalam konservasi spesies endemik.

Apalagi saat ini, kata dia, kerusakan habitat hingga eksploitasi jenis, perubahan iklim, dan timbulnya penyakit merupakan ancaman terbesar terhadap keberlangsungan hidup amfibi endemik Kalimantan.

Setelah dilakukan cek DNA, BRIN menyatakan katak itu bukan jenis katak biasa karena berbeda dari katak pada umumnya, serta hanya bisa ditemukan di Indonesia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.