Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dua Pendapat Berbeda Terkait Legalitas Pagar Pesisir Bekasi

📅 Rabu, 15 Jan 2025, 03:05 WIB | Oleh:
Dua Pendapat Berbeda Terkait Legalitas Pagar Pesisir Bekasi Doc: ANTARA/HO-Humas KKP
Ket. Dokumentasi - Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Doni Ismanto.

BEKASI – Selama sepekan terakhir rakyat dihebohkan keberadaan pagar laut 30 kilometer di pesisir Tangerang, ternyata kini muncul kasus serupa di Bekasi. Pagar laut juga ada di Bekasi. Mengapa ya semua baru rebut sekarang.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga hanya mengeluarkan pernyataan bahwa pagar laut yang terbuat dari bambu di perairan Bekasi, Jawa Barat, tidak memiliki izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Doni Ismanto di Jakarta, Selasa, belum pernah menerbitkan PKKPRL untuk kegiatan pemagaran laut di Bekasi tersebut. “KKP belum pernah menerbitkan KKPRL untuk pemagaran bambu tersebut,” kata Doni. Lalu mengapa tidak ­dicabut.

Doni menjelaskan telah mengetahui tentang keberadaan pagar laut tersebut dan langsung menindaklanjuti dengan pengumpulan bahan dan keterangan dari kegiatan itu. Pengumpulan keterangan terkait pemagaran laut tersebut dilakukan tim Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP.

Lebih lanjut, Doni menyatakan bahwa 19 Desember 2024, PSDKP telah mengirim surat resmi minta penghentian kegiatan tersebut karena belum memiliki izin. “Tim PSDKP sudah ke lapangan. Bahkan 19 Desember lalu sudah kirim surat minta penghentian kegiatan tak berizin itu,” ungkap Doni.

Selain itu, KKP saat ini sedang mendalami lebih lanjut untuk memverifikasi kegiatan tersebut dengan peraturan. “Saat ini kami masih mendalami,” tutur Doni. Ini juga aneh, sudah tahu tidak ada izin dan sudah minta dihentikan, mengapa tidak dicabut.

Sebelumnya, marak pemberitaan pemagaran laut berbahan bambu di perairan pesisir utara Kabupaten Bekasi. Di pagar laut tersebut tampak ribuan batang bambu yang terpancang secara rapi di wilayah perairan tersebut. Terlihat dua deretan bambu yang menopang gundukan tanah di atas susunan pagar bambu.

Jejeran bambu tersebut membentuk garis panjang menyerupai tanggul, dengan hamparan perairan di tengahnya yang mirip sungai. Meski begitu, hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut dari pihak yang berwenang.

Beda Keterangan

Beda lagi keterangan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat yang menyatakan, pagar bambu sepanjang dua kilometer dengan lebar area 70 meter di pesisir laut Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, untuk proyek pelabuhan perikanan.

“Panjang pagar bambu ditargetkan hingga lima kilometer di luas area kurang lebih 50 hektare,” kata Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Muara Ciasem DKP Jawa Barat, Ahman Kurniawan di Bekasi, ­ ­Selasa.

Dia menjelaskan, proyek ini melibatkan beberapa pihak baik negeri maupun swasta. Luas area 50 hektare untuk kegiatan ini merupakan sumbangsih perusahaan PT Tunas Ruang Pelabuhan Nusantara (TRPN) dan PT Mega Agung Nusantara (MAN).

“Jadi sebelah kiri alur dimiliki TRPN dan sebelah kanannya milik MAN,” katanya. Dia memastikan pagar bambu yang terletak persis di perairan Pal Jaya itu untuk pembangunan alur pelabuhan. Ini tindak lanjut perjanjian kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan TRPN.

“Dalam perjanjian kerja sama, TRPN menyanggupi penataan kawasan pelabuhan perikanan, yaitu Satuan Pelayanan Pangkalan Pendaratan Ikan atau PPI Pal Jaya, Desa Segarajaya,” ucapnya. Berdasarkan ketentuan kerja sama, tiap-tiap pihak yang terlibat melaksanakan isi perjanjian. Salah satunya penataan kawasan, termasuk pembangunan alur pelabuhan PPI Paljaya ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.