Dua Juta Jemaah Haji Laksanakan Puncak Haji di Arafah
📅 Rabu, 28 Jun 2023, 10:51 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Geo.tv/AFP
ARAFAH - Lebih dari 2 juta jemaah haji tahun ini mendaki Gunung Arafah pada Selasa (27/6), puncak dari ziarah haji yang kembali ke kapasitas penuh untuk pertama kalinya sejak pandemi global.
Dilaporkan Arab News, saat matahari terbit, jemaah yang berkemah di kota tenda Mina melakukan shalat subuh, kemudian mulai membaca ayat-ayat Alquran dan bergerak menuju Arafah, tempat Nabi Muhammad memberikan khotbah terakhirnya 1.400 tahun lalu.
Ritual tersebut merupakan puncak dari ziarah tahunan, salah satu dari lima rukun Islam, dan perjalanan sekali seumur hidup bagi mereka yang sehat secara fisik dan mampu secara finansial.
Tanggal 9 Dzulhijah, Hari Arafah, adalah satu-satunya hari terpenting dalam ibadah haji.Jika seorang peziarah melewatkan hari ini, dia melewatkan haji.
Mengumumkan pendakian Arafah, salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan, kota tenda Mina kosong dari peziarah pada pukul 10 pagi pada hari Selasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para jemaah menaiki hampir 20.000 bus, sementara kereta api Mashaer beroperasi dengan kapasitas penuh mengangkut para peziarah melalui tempat-tempat suci.
"Jumlah haji diangkut dengan mudah dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan," kata Kementerian itu.
Setelah jemaah melakukan shalat Dzuhur dan Ashar di Arafah, mereka "berpencar ke Muzdalifah dengan lancar, sesuai dengan rencana yang ditetapkan untuk mereka," tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peziarah akan kembali ke Mina pada Rabu pagi.
Pengaturan rumit dilakukan untuk melindungi para peziarah. Polisi kota, pertahanan sipil, Pramuka Saudi, dan badan keamanan lainnya berjaga.Helikopter digunakan untuk memantau jalan masuk yang dipenuhi jemaah.
Ribuan petugas kesehatan juga disiagakan untuk kasus sengatan panas dan kelelahan saat suhu melonjak hingga 45 derajat Celcius.
Sekelompok jemaah yang memegang payung melawan terik matahari dan membaca ayat-ayat Alquran membentuk antrean tak berujung di pendakian berbatu ke Gunung Arafat, yang juga dikenal sebagai "Gunung Rahmat".
Berbicara kepada Arab News, Mehmet Tokmak, seorang peziarah dari Jerman, mengatakan: "Ini adalah salah satu pengalaman terbesar dalam hidup saya.Saya melakukan haji di usia muda dan saya sangat senang berada di sini.Pihak berwenang melakukan pekerjaan yang sangat baik."
Mohammed Maarouf dari Suriah tetapi sekarang tinggal di Jerman berkata: "Terima kasih kepada Yang Maha Kuasa, saya mengalami haji yang sangat baik.Ini diatur dengan sangat baik oleh pemerintah Saudi.Saya sangat senang karena ini pertama kalinya saya ke sini untuk menunaikan ibadah haji, padahal saya sudah berkali-kali melakukan umrah."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!