Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dollar AS Menguat di Asia karena Ketakutan pada Kasus SVB Mereda

📅 Kamis, 16 Mar 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Dollar AS Menguat di Asia karena Ketakutan pada Kasus SVB Mereda Doc: JUSTIN SULIVAN/GETTY IMAGE/AFP
Ket. Orang-orang antre di luar kantor Silicon Valley Bank di Santa Clara, California, AS, Senin (13/3)

SINGAPURA - Dollar AS menguat di sesi Asia pada Rabu (15/3) sore, karena investor membatalkan taruhan pada penurunan suku bunga AS dan ketakutan akan krisis perbankan akibat kegagalan Silicon Valley Bank (SVB) mereda -meskipun kenaikan suku bunga yang menjulang di Eropa membuat euro memiliki pijakan kuat.

Seperti dikutip dari Antara, Bank Sentral Eropa akan bertemu pada Kamis (16/3) dan pasar memperkirakan kemungkinan kenaikan 50 basis poin, sikap yang lebih hawkish daripada yang diharapkan pedagang dari Federal Reserve AS minggu depan.

Euro menyentuh level tertinggi sebulan 1,0760 dollar AS di sesi Asia sebelum melayang kembali ke posisi datar di 1,0744 dollar AS. Di tempat lain, tekanan jual beberapa hari terakhir pada dollar mereda.

Dollar AS naik 0,4 persen menjadi 134,72 yen, bahkan saat pembicaraan upah menghasilkan kenaikan gaji terbesar dalam seperempat abad yang kemungkinan akan menekan pengaturan kebijakan moneter di Jepang.

Reli baru-baru ini di sterling Inggris, mata uang Skandinavia, dollar Australia dan dollar Selandia Baru juga tampaknya kehilangan tenaga -meskipun tanpa benar-benar mengembalikan kekuatan apa pun.

Keuntungan Besar

Saham perbankan melambung dan obligasi serta suku bunga berjangka telah mengembalikan sebagian dari keuntungan besar yang mereka catat setelah runtuhnya tiga bank AS dalam hitungan hari.

"Ketika semua debu hilang, saya pikir kita akan berakhir dengan dollar yang tidak cukup kuat dan aliran data mungkin akan kembali ke tengah panggung," kata ahli strategi Westpac, Imre Speizer.

"Saya pikir kita berakhir dengan puncak Fed yang lebih rendah daripada perkiraan seminggu yang lalu dan semuanya sama yang akan mengakibatkan dollar AS menjadi sedikit lebih lemah daripada seminggu yang lalu," kata Speizer.

Suku bunga berjangka sekarang menyiratkan peluang 80 persen untuk kenaikan suku bunga AS 25 basis poin minggu depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

55 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.