Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DKI Masuk Tiga Aglomerasi Megapolis

📅 Jumat, 13 Okt 2023, 05:25 WIB | Oleh:
DKI Masuk Tiga Aglomerasi Megapolis Doc: ANTARA/Muhammad Adimaja
Ket. Rangkaian gerbong Lintas Rel Terpadu (LRT) memasuki Stasiun Setia Budi, Jakarta, Minggu (1/10/2023).

JAKARTA - Jakarta akan dikembangkan menjadi bagian dari aglomerasi megapolistiga provinsi bersama Banten dan Jawa Barat. Ini menjadi pekerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).

"Aglomerasi ketiga provinsi akan mencatatkan 100 juta penduduk pada tahun 2045. Ini akan menjadi salah satu aglomerasi terbesar dunia," kata Direktur Regional I Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris dalam siniar Kopi Sedap BPKD DKI Jakarta, Kamis (12/10).

Abdul menjelaskan, masuknya Jakarta sebagai bagian dari megapolis tersebut memastikan Jakarta tetap akan punya peran setelah Ibu Kota Negara berpindah ke IKN Nusantara di Kalimantan Timur. Pengembangan Jakarta sebagai pusat ekonomi juga selaras dengan rancangan dalam Rancangan Undang Undang (RUU) tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ)

Lebih jauh Abdul menjelaskan, aglomerasi tersebut direncanakan terdiri dari beberapa kawasan fungsional, di antaranya megapolitan Jakarta-Bandung, kawasan industri Cilegon-Serang-Tangerang, kawasan agrikultur Citanduy Jawa Barat dan kawasan lainnya di tiga provinsi tersebut.

Kawasan fungsional yang menyokong daerah megalopolis harus unggul di tingkat global dan maju secara inovasi. Kemudian, inklusif secara sosial budaya, terintegrasi antarwilayahdan berkelanjutan.

Abdul Malik mengatakan, pengembangan kawasan megapolitan Jakarta-Bandung sebagai bagian dari aglomerasi tersebut sudah tercakup dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2035.

Selain mengembangkan konektivitas antara Jakarta dan Bandung yang telah terhubung dengan sistem kereta cepat, penguatan infrastruktur perkotaan, pengembangan kualitas pusat-pusat pendidikan tinggi dan pengembangan pariwisata juga penting untuk mewujudkan megapolitan Jakarta-Bandung sebagai kawasan global.

Meski demikian, Abdul Malik mengatakan, tidak bisa dipungkiri bahwa peran Jakarta sebagai lokomotif ekonomi secara lokal akan sulit digantikan. Sebab saat ini 70 persen produk domestik regional bruto (PDRB) daerah aglomerasi ditopang Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.