Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DK PBB Berbeda Pendapat Soal Peluncuran Satelit Mata-mata Korea Utara

📅 Selasa, 28 Nov 2023, 10:48 WIB | Oleh:
DK PBB Berbeda Pendapat Soal Peluncuran Satelit Mata-mata Korea Utara Doc: X/@AFP
Ket. Dalam pertemuan yang jarang terjadi di DK PBB, duta besar Korea Utara pada Senin (27/11) berargumen bahwa peluncuran satelit mata-mata yang dilakukan baru-baru ini adalah pembelaan diri yang sah, dan menolak kecaman AS bahwa peluncuran tersebut melanggar beberapa resolusi PBB.

PBB - Dewan Keamanan PBB pada Senin (27/11) masih terpecah mengenai apakah akan mengutuk peluncuran satelit mata-mata Korea Utara pekan lalu yang melanggar resolusi yang diadopsi oleh panel tersebut di masa lalu.

Dilaporkan Kyodo, Dewan telah gagal mengambil tindakan nyata seperti penerapan resolusi atau pernyataan sanksi sejak Desember 2017 atas peluncuran proyektil yang menggunakan teknologi rudal balistik yang dilakukan Pyongyang.

"(Korea Utara) tanpa malu-malu berupaya memajukan sistem pengiriman senjata nuklirnya," kata Linda Thomas-Greenfield, duta besar AS untuk PBB, pada sidang hari Senin.

"Namun, ada dua anggota tetap yang tidak mau mengutuk peluncuran berbahaya dan eskalasi ini dan hal-hal serupa lainnya," kata utusan AS tersebut, mengacu pada Rusia dan Tiongkok, dua negara yang memiliki hak veto di Dewan.

Dia juga mengatakan, "Satelit pengintai Korea Utara telah dikonfirmasi berada di orbit."

Duta Besar Korea Utara Kim Song membela peluncuran roket pada 21 November dengan mengatakan hal itu "untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang tindakan militer AS dan para pengikutnya yang mengerikan."

"Ini adalah pelaksanaan hak membela diri yang sah dan benar, yang sepenuhnya merupakan bagian hukum pembelaan diri kita," kata Kim.

Perwakilan dari Rusia dan Tiongkok mengatakan, latihan militer yang melibatkan Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang di dekat Semenanjung Korea telah meningkatkan ketegangan di kawasan.

Utusan utama Jepang di PBB Kimihiro Ishikane mengatakan, "Kita tidak boleh tertipu oleh segala upaya untuk membenarkan ambisi Korea Utara untuk melakukan program (senjata pemusnah massal) yang melanggar hukum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

38 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.