Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinsos Jateng: Sekolah Rakyat Tampung 1.075 Siswa

📅 Sabtu, 05 Jul 2025, 20:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinsos Jateng: Sekolah Rakyat Tampung 1.075 Siswa Doc: ANTARA
Ket. Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah Imam Maskur.

SEMARANG – Dinas Sosial Jawa Tengah menyebutkan Sekolah Rakyat yang dibangun di wilayah tersebut diperkirakan bisa menampung total sebanyak 1.075 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.

Kepala Dinas Sosial Jateng, Imam Maskur, di Semarang, Sabtu (5/7), mengatakan setidaknya ada 11 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Jateng.

Untuk rombongan belajar (rombel) jenjang SMP berjumlah sembilan rombel, sedangkan SMA sebanyak 29 rombel.

Ada lima sentra Sekolah Rakyat, yakni Sentra Terpadu Kartini Temanggung yang rencana awal menampung sebanyak 125 siswa SMA dengan lima rombel, Sentra Antasena Magelang menggunakan gedung milik Kementerian Sosial, rencananya menampung 100 siswa SMA dengan empat rombel.

Kemudian Sentra Satria Baturaden, Banyumas, rencananya menerima 50 siswa SMP dalam dua rombel, Sentra Margo Laras Pati sebanyak 100 siswa SMP dalam empat rombel, dan Sentra Terpadu Prof Dr. R Soeharso menampung sebanyak 200 siswa SMA dalam delapan rombel.

"Sekolah Rakyat juga tersebar di Kabupaten Magelang, Kabupaten Blora, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Wonogiri," katanya.

Ia mengakui belum semua daerah siap membuka Sekolah Rakyat karena masih dalam proses persiapan, terutama infrastruktur.

Selain itu, kata dia, belum semua Sekolah Rakyat di Jateng bisa menampung seluruh jenjang dari SD, SMP, hingga SMA.

Menurut dia, rombel dan jenjang pendidikan disesuaikan dengan jumlah lulusan di daerah tersebut.

"Jadi, sesuai dengan peminatan dan anak-anak miskin di daerah itu kebanyakan lulusan SMP atau lulusan SD. Di Temanggung itu lulusan SMP (banyak) jadi masuknya SMK, Magelang SMA, Banyumas SMP, kemudian Pati itu SMP," katanya.

Meskipun demikian, ia memastikan Sekolah Rakyat yang mulai beroperasi tahun ini sudah lengkap sarana dan prasarana, termasuk tenaga pendidiknya.

"Untuk perekrutan guru menjadi kewenangan pemerintah pusat, sedangkan jumlah guru yang ditempatkan di Sekolah Rakyat pun bervariasi, bergantung pada rombel," ujarnya.

Ia menjelaskan pihaknya menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk menentukan calon siswa, kemudian mereka diverifikasi langsung ke lapangan oleh pendamping sosial.

"Verifikasi dan validasi kan harus, kondisi rumahnya, karena harus difoto rumahnya, kondisi ekonominya kan harus difoto semuanya, datanya harus lengkap. Tidak sembarangan yang lolos itu begitu daftar terus lolos kan tidak," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.