Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinkes Papua Barat: Pemeriksaan HIV sasar usia produktif

📅 Selasa, 13 Mei 2025, 21:30 WIB | Oleh:
Dinkes Papua Barat: Pemeriksaan HIV sasar usia produktif Doc: ANTARA/Fransiskus Salu Weking
Ket. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dr Alwan Rimosan saat ditemui awak media di Manokwari.

Manokwari -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Papua Barat menyebut pemeriksaan Human Immunodeficiency Virus (HIV) terus diperluas dengan menyasar kelompok usia produktif untuk mencegah penularan.

Kepala Dinkes Papua Barat dr Alwan Rimosan di Manokwari, Selasa, mengatakan generasi muda menjadi kelompok usia yang paling rentan terinfeksi HIV sehingga perlu dilakukan antisipasi.

"Kami fokus menjangkau kelompok usia muda untuk pemeriksaan HIV, karena mereka sangat rentan terinfeksi," kata dr Alwan.

Saat ini, kata dia, terdapat 36 layanan perawatan, dukungan, dan pengobatan (PDP) serta 57 layanan pemeriksaan HIV sekaligus pengobatan antiretroviral (ARV) yang tersebar di tujuh kabupaten.

Hal tersebut merupakan upaya yang dilakukan pemerintah daerah untuk mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, sehingga upaya penanggulangan penularan HIV lebih maksimal.

"Beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah melakukan berbagai terobosan layanan kesehatan secara serius," ujarnya.

Menurut dia, penanganan HIV tidak hanya dilakukan melalui penguatan kelembagaan dan perluasan akses layanan kesehatan, melainkan juga pelibatan peran para mitra maupun komunitas lokal.

Pemeriksaan HIV yang dilakukan rutin dan berkala telah mencakup kelompok masyarakat umum serta kelompok berisiko tinggi yaitu pekerja seks komersial (PSK), kemudian warga binaan lembaga pemasyarakatan.

"Kami bermitra dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Yayasan Sorong Sehati, Papua Lestari, Pelangi Maluku, dan kementerian/lembaga," ujar Alwan.

Selain itu, kata dia, dinas kesehatan provinsi maupun kabupaten se-Papua Barat juga terus menggencarkan program pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak melalui pemberian obat ARV.

Pihaknya juga menyediakan layanan pemeriksaan viral load untuk memantau efektivitas terapi ARV, sosialisasi dan edukasi penggunaan alat kontrasepsi, dan pendampingan bagi orang dengan HIV.

"Layanan berbasis komunitas juga dikembangkan melalui edukasi HIV di sekolah-sekolah untuk meningkatkan kesadaran sejak dini," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.