Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dapat Merasakan Takut, tapi Sulit Mengenali Ancaman

📅 Rabu, 29 Okt 2025, 07:44 WIB | Oleh:
Dapat Merasakan Takut, tapi Sulit Mengenali Ancaman Doc: Foto: NTU Singapura
Ket. Asisten Profesor Olivia Choy, seorang ahli saraf dari Fakultas Ilmu Sosial NTU, saat ini sedang mempresentasikan diagram striatum manusia.

PARA peneliti telah menemukan bukti bahwa individu psikopat dapat merasakan takut, tetapi mengalami kesulitan dalam deteksi otomatis dan respons terhadap ancaman. Temuan tim peneliti dari Vrije Universiteit Amsterdam dan Radboud University Nijmegen menemukan bukti bahwa individu psikopat dapat merasakan takut.

Namun demikian meski dapat mengalami rasa takut mengalami kesulitan dalam deteksi otomatis dan respons terhadap ancaman. Selama beberapa dekade, rasa takut telah dianggap sebagai ciri khas psikopati, yang gangguannya akan mengarah pada perilaku berani mengambil risiko.

Sylco Hoppenbrouwers (VU Amsterdam), Erik Bulten, dan Inti Brazil (Radboud University) meninjau data otak dan perilaku teoritis dan empiris yang berkaitan dengan rasa takut dan psikopati dan menemukan bahwa individu psikopat mengalami kesulitan dalam mendeteksi ancaman.

Namun, hanya ada sedikit bukti bahwa pengalaman sadar akan rasa takut terpengaruh, yang menunjukkan bahwa pengalaman takut mungkin tidak sepenuhnya terganggu pada psikopati. Ini adalah studi pertama yang memberikan bukti empiris bahwa proses otomatis dan sadar dapat terpengaruh secara independen dalam satu gangguan kejiwaan.

Hasil penelitian itu dipublikasikan di Psychological Bulletin. Dalam tinjauan sistematis dan meta-analisis mereka, Hoppenbrouwers, Bulten, dan Brazil meninjau bukti yang tersedia terkait potensi hubungan antara rasa takut dan psikopati pada individu dewasa. Yang terpenting, definisi rasa takut mereka didasarkan pada pengetahuan mutakhir tentang dasar-dasar neurobiologis dan kognitif dari emosi ini.

Mereka menggunakan pengetahuan ini untuk menghasilkan model yang memisahkan mekanisme otak yang terlibat dalam deteksi otomatis dan respons terhadap ancaman dari mekanisme yang terlibat dalam pengalaman sadar akan rasa takut sebagai sebuah emosi.

Dengan menggunakan model ini sebagai referensi, mereka pertama-tama melakukan analisis konseptual terhadap karya para ahli teori sebelumnya, yang dimulai sejak tahun 1806. Mereka menemukan bahwa hanya satu ahli teori yang memasukkan konstruksi rasa takut ke dalam model etiologi psikopati.

Bukti adanya gangguan di area otak yang terlibat dalam pengalaman rasa takut kurang konsisten daripada yang sering diasumsikan, menunjukkan bahwa pengalaman rasa takut mungkin tidak sepenuhnya terganggu pada psikopati.

Para peneliti kemudian secara meyakinkan menunjukkan bahwa individu psikopat memiliki kesulitan dalam deteksi otomatis dan responsivitas terhadap ancaman, tetapi sebenarnya mungkin merasa takut. Hal ini memberikan dukungan empiris langsung untuk klaim bahwa pengalaman sadar akan rasa takut mungkin tidak terganggu pada individu-individu ini. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.