Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

COP30 Brasil, Lula: Bumi Tak Bisa Lagi 'Menopang' Ketergantungan Manusia pada Bahan Bakar Fosil

📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 11:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
COP30 Brasil, Lula: Bumi Tak Bisa Lagi 'Menopang' Ketergantungan Manusia pada Bahan Bakar Fosil Doc: AP
Ket. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berbicara saat pertemuan meja bundar di KTT Iklim PBB COP30 di Belem, Brasil, 6 November 2025.

BELEM - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada hari Jumat (7/11) mengatakan Bumi tidak dapat lagi menopang ketergantungan manusia pada bahan bakar fosil, dan tanpa menghadapi kenyataan ini, perjuangan melawan iklim akan sia-sia.

Pemimpin sayap kiri itu berbicara pada pertemuan puncak pra-COP30 di Amazon Brasil, di mana para kepala negara dan pemerintahan lainnya memohon semua negara untuk mulai mengurangi pembakaran batu bara, minyak, dan gas, yang bertanggung jawab atas sebagian besar polusi yang memanaskan Bumi.

Bukti pemanasan yang berbahaya tidak pernah sejelas ini: dekade sejak Perjanjian Paris telah menjadi yang terpanas yang pernah tercatat, ditandai dengan meningkatnya badai, gelombang panas, dan kebakaran hutan.

Lula mengatakan menangani pertanyaan mendesak mengenai masa depan energi akan menentukan "keberhasilan atau kegagalan dalam perang melawan perubahan iklim."

"Bumi tidak dapat lagi menopang model pembangunan yang didasarkan pada penggunaan bahan bakar fosil secara intensif yang telah berlangsung selama 200 tahun terakhir," ujar Lula kepada para pemimpin dunia di Belem, tempat berlangsungnya perundingan iklim PBB.

Hal ini terjadi dua tahun setelah negara-negara di dunia sepakat untuk "beralih dari bahan bakar fosil."

Brasil mengharapkan peta jalan menuju tujuan ini, tetapi menghadapi penolakan.

Menteri Lingkungan Hidup Meksiko Alicia Barcena mengatakan kepada AFP bahwa penetapan tanggal spesifik untuk penghapusan bahan bakar fosil selalu bermasalah karena masih banyak negara penghasil minyak.

"Sangat sulit untuk membuat semua orang sepakat untuk menghilangkannya pada tahun 2030, misalnya. Namun, hal itu dapat diusulkan sebagai tujuan jangka panjang," ujarnya.

Lula memimpin negosiasi iklim beberapa minggu setelah pemerintahannya menyetujui pengeboran minyak baru di wilayah Amazon.

Menteri Lingkungan Hidup Rwanda Bernadette Arakwiye menekankan bahwa negara-negara menghadapi pilihan yang sulit.

"Kita dapat terus maju secara bertahap sementara planet ini terbakar, atau kita dapat bangkit untuk menghadapi skala krisis ini," ujarnya.

Pajak Penerbangan Mewah

Ketidakhadiran para pemimpin negara-negara pencemar terbesar dunia – termasuk Amerika Serikat, yang Presidennya, Donald Trump, menganggap ilmu iklim sebagai "tipuan" – telah membayangi perundingan tersebut. Namun, hal ini juga memicu seruan untuk mobilisasi yang lebih besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Taman Safari Prigen Perkena...
Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.