Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ciptakan Rasa Aman, Polres Razia Petasan di Sejumlah Tempat Perkotaan Garut

📅 Minggu, 26 Mar 2023, 17:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ciptakan Rasa Aman, Polres Razia Petasan di Sejumlah Tempat Perkotaan Garut Doc: ANTARA/HO-Polres Garut
Ket. Sejumlah polisi melakukan operasi di pusat penjualan petasan di wilayah perkotaan Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (26/3/2023).

Garut - Ciptakan rasa aman. Sejumlah personel dari Satuan Samapta Polres Garut melakukan razia petasan di sejumlah tempat penjualan kembang api di pinggir jalan dan toko di kawasan perkotaan Kabupaten Garut, Jawa Barat, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selamabulan Ramadhan 1444 Hijriah.

"Satuan Samapta Unit Dalmas memberikan imbauan kepada pedagang petasan agar tidak memperjualbelikan barang petasan dengan bebas kepada anak di bawah umur," kata Kepala Satuan Samapta Polres Garut Iptu Masrokan saat razia petasan di wilayah perkotaan Garut, Minggu.

Ia menuturkan sejumlah personel dikerahkan untuk memeriksa setiap tempat yang disinyalir menjual petasan dan jenis peledak lainnya di Jalan Pasar Baru dan tempat lain di Garut Kota.

Hasil pemeriksaan, kata dia, masih ada pedagang yang menjual petasan, padahal sudah ada peringatan dan contoh kejadian akibat ledakan petasan yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi.

Ia menyampaikan pedagang yang kedapatan menjual petasan, sementara waktu tidak disita melainkan diberi peringatan agar barang itu tidak dijual ke masyarakat, jika ke depannya masih menjual maka akan disita.

"Kita pembinaan dan imbauan dulu, dengan jeda waktu yang telah ditentukan, dan nanti masih jualan akan disita," katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa operasi tersebut mendapatkan respon baik dari pedagang, dan menyatakan siap untuk disita apabila masih menjual petasan secara bebas ke masyarakat.

Masrokan menjelaskan alasan larangan menjual petasan karena dampaknya buruk terhadap lingkungan masyarakat, sekaligus mencegah terjadinya ledakan yang bisa membahayakan orang seperti kejadian di daerah lain.

"Jangan jual beli petasan yang menimbulkan dampak atau akibat yang ditimbulkan, sebab ada contoh di Indramayu dan Jawa Timur akibat ledakan petasan korban manusia dan material," katanya.

Ia menambahkan alasan lainnya karena keberadaan petasan dapat mengganggu kegiatan masyarakat apabila petasan dibunyikan di sekitar masjid atau perumahan yang padat penduduk.

"Apabila petasan dibunyikan secara dadakan di jalan, maka pengguna jalan akan terganggu dan berakibat tindak kriminalitas," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

41 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.