Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Chile Banjir Besar, Cuaca Terburuk dalam Satu Dekade

📅 Sabtu, 24 Jun 2023, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Chile Banjir Besar, Cuaca Terburuk dalam Satu Dekade Doc: ANTARA/REUTERS/Ivan Alvarado
Ket. Warga Chile menyeberangi sungai yang meluap di kota Copiapo pada bencana banjir 2015.

SANTIAGO - Hujan deras selama berhari-hari mengakibatkan sungai-sungai di Chile meluap dan menyebabkan banjir yang memblokir jalan dan memaksa evakuasi di ibu kota Santiago.

Otoritas setempat mengatakan hujan deras berhari-hari ini adalah cuaca terburuk yang terjadi dalam satu dekade terakhir.

Pada Jumat (23/6), penduduk Santiago dikejutkan oleh air dalam volume besar yang mengalir di sungai Mapocho, jalur air utama kota itu, yang meningkat secara cepat disertai dengan curah hujan tinggi.

Banjir di sekitar sungai Mapocho juga telah memutus rute menuju Samudra Pasifik, menghantam rumah-rumah yang berada di tepiannya, dan mengisolasi kota-kota kecil.

Hal ini menyebabkan pihak berwenang mengumumkan "siaga merah" dan memerintahkan evakuasi pencegahan di berbagai kota di selatan Santiago.

"Ini adalah cuaca terburuk yang kami alami dalam sepuluh tahun," kata Gubernur Santiago, Claudio Orego. Hal ini disebabkan oleh perenggan, pembatas antara dua massa udara, yang bisa mengakibatkan perubahan cuaca dalam bentuk hujan, badai petir, dan tornado.

Franco Rodriguez, seorang penduduk dari kota kecil Noviciado, mengatakan dirinya terbangun di malam hari oleh tetangga yang menyuruh ia dan keluarganya meninggalkan rumah mereka.

"Sekitar pukul 03.00 atau 03.30, tanggul sungai jebol dan kami harus menyelamatkan diri," ujarnya.

Banjir sungai Mapocho juga berdampak pada bagian rute sibuk yang menghubungkan Santiago dengan kota pelabuhan utama Valparaiso.

Di kawasan wisata pegunungan di sekitar sungai Maipo, pihak berwenang sejak Kamis (22/6) telah mengevakuasi penduduk dari kota mereka karena risiko tanah longsor dan banjir yang mengancam.

Maipo dan Mapocho adalah sungai utama yang mengalirkan air ke Santiago. Otoritas kota telah meminta warga untuk mengumpulkan air minum karena persediaan dapat terancam oleh perubahan air yang bercampur dengan lumpur dan kontaminan lainnya.

Pemerintah memperkirakan hujan akan berlanjut setidaknya hingga Sabtu pagi.

Perubahan iklim mendorong cuaca yang semakin ekstrim. Hujan di Chile datang hanya beberapa bulan setelah periode kebakaran hutan di tengah kekeringan parah yang menghancurkan ratusan rumah dan menyebabkan puluhan orang tewas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

34 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.