ChatGPT Tambahkan Fitur Kontrol Orang Tua Usai Kasus Bunuh Diri Remaja Picu Keprihatinan
📅 Rabu, 03 Sep 2025, 20:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA - OpenAI dipastikan akan menambahkan fitur kontrol orang tua pada ChatGPT setelah munculnya kasus tragis bunuh diri seorang remaja di Amerika Serikat. Keputusan tersebut diambil untuk memberikan lapisan keamanan baru, terutama bagi pengguna muda yang semakin sering berinteraksi dengan teknologi kecerdasan buatan.
Kasus ini memicu keprihatinan publik terkait bagaimana remaja menggunakan layanan berbasis AI tanpa pengawasan yang memadai. Pihak keluarga korban menyebut interaksi remaja tersebut dengan sistem AI memperburuk kondisi mentalnya sebelum akhirnya melakukan tindakan bunuh diri.
OpenAI menegaskan bahwa fitur kontrol orang tua akan membantu orang dewasa memantau sekaligus mengatur cara anak-anak menggunakan ChatGPT. Mekanisme ini dipandang penting agar penggunaan AI tetap memberi manfaat tanpa menimbulkan risiko serius bagi kesehatan mental.
“Tujuan kami adalah memastikan pengalaman ChatGPT tetap aman, ramah keluarga, dan sesuai usia,” ungkap juru bicara OpenAI. Ia menambahkan bahwa perusahaan berkomitmen untuk mendengarkan masukan masyarakat serta bekerja sama dengan pakar keamanan digital.
Fitur kontrol baru ini nantinya akan mencakup pengaturan batas usia, pembatasan konten, hingga laporan aktivitas penggunaan. Orang tua dapat menyesuaikan filter sesuai kebutuhan sehingga anak-anak tidak terpapar percakapan yang berpotensi berbahaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kasus bunuh diri remaja ini turut menjadi sorotan berbagai pihak termasuk kelompok advokasi keselamatan digital. Mereka menilai perkembangan teknologi AI yang pesat harus diimbangi regulasi dan sistem perlindungan bagi kelompok usia rentan.
OpenAI dalam pernyataannya juga menekankan pentingnya edukasi tentang penggunaan AI secara bertanggung jawab. Perusahaan menyebut bahwa selain fitur teknis, literasi digital orang tua dan anak adalah kunci utama untuk mencegah dampak negatif.
Langkah ini sejalan dengan meningkatnya tekanan dari regulator di Amerika Serikat dan Eropa terkait perlindungan anak di ranah digital. Pemerintah mendorong perusahaan teknologi untuk lebih serius mengantisipasi potensi risiko dari penggunaan AI secara luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
OpenAI sebelumnya juga sudah menghadirkan mode “ChatGPT for Teens” yang dirancang dengan konten lebih ramah usia dan panduan keamanan tambahan. Namun, kasus terbaru menunjukkan perlunya perlindungan ekstra agar pengguna remaja tidak merasa sendirian menghadapi masalah pribadi.
“Peristiwa tragis ini adalah pengingat bahwa teknologi harus diperlakukan dengan penuh tanggung jawab,” ujar seorang pakar psikologi digital. Ia menekankan bahwa interaksi dengan chatbot tidak bisa menggantikan peran manusia dalam memberikan dukungan emosional.
Selain itu, para pengamat menilai penambahan kontrol orang tua bisa menjadi preseden baru di industri teknologi. Jika berhasil diterapkan, langkah OpenAI berpotensi mendorong perusahaan lain untuk menghadirkan fitur serupa demi melindungi anak-anak.
Dengan hadirnya fitur kontrol orang tua, diharapkan keluarga bisa lebih tenang saat anak menggunakan ChatGPT. Transparansi, akuntabilitas, dan kepedulian sosial menjadi landasan utama agar teknologi AI tetap berada di jalur yang aman bagi semua kalangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!