Cegah Penyakit Menular, Masyarakat Diminta Waspadai Flu Burung
📅 Rabu, 08 Mar 2023, 21:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO
Pekanbaru - Cegah penyakit menular. Aparat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Riau mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penularan penyakit flu burung terkait sejumlah ayam kampung dan itik mati mendadak pada 1 Maret 2023 di Kabupaten Kampar, diduga akibat flu burung.
"Segera lapor ke Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) peternakan dan kesehatan hewan di kabupaten dan kota atau Puskeswan setempat jika menemukan ayam atau itik yang mati akibat tertular flu burung tersebut," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau Hermandi Pekanbaru, Rabu.
Ia mengatakan, sikap waspada bisa dimulai dengan menjalankan biosekuriti di wilayah kandang, mulai dari pembatasan lalu lintas orang dari luar, dan menempatkan cairan desinfektan di wilayah masuk awal peternakan.
Selain itu, katanya menyebutkan, masyarakat juga perlu melakukan penggantian baju setiap masuk dan keluar kandang dan langsung dicuci setiap hari sampai dengan pembersihan kandang dan penyemprotan desinfektan secara berkala.
"Untuk ibu rumah tangga yang berbelanja ke pasar membeli ayam, jaga kebersihan personal, dengan cara mencuci cuci tangan dan peralatan dengan sabun yang digunakan saat memegang unggas," katanya.
Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi daging ayam karena tidak menular ketika sudah dimasak. Namun yang perlu dikhawatirkan adalah sekresi/cairan/lendir atau kotoran dari ayam yang menempel pada unggas tersebut.
Ia menjelaskan, virus avian influenza mati dalam suhu 80 derajat Celcius selama 2-10 menit. Selama daging ayam dimasak secara sempurna maka tidak perlu khawatir tertular. Periksa ke dokter, jika ada anggota keluarga yang mengalami demam atau gejala flu, setelah ada kontak dengan unggas.
Berdasarkan data Pemkab Kampar menemukan ratusan ayam mati mendadak di Desa Koto Masjid, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kab. Kampar yang diduga akibat virus flu burung.
DPKH Riau sudah mengirimkan sampel ayam tersebut ke Balai Veteriner (BVET) Bukittinggi dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!