Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Kepunahan, 32 Tukik Dilepasliarkan di Pantai Selatan Jember

📅 Senin, 09 Sep 2024, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Kepunahan, 32 Tukik Dilepasliarkan di Pantai Selatan Jember Doc: ANTARA/HO-DLH Jember
Ket. Pelepasliaran tukik di Pantai Nyamplong Kobong, Kecamatan Gumukmas, Jember, Jumat (6/9/2024) sore.

Jember - Sebanyak 32 tukik jenis Lekang (Lepidochelys olivaceae) berhasil dilepasliarkan di Pantai Nyamplong Kobong, Desa Kepanjen yang merupakan pantai pesisir selatan di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Pelepasliaran puluhan tukik itu berasal dari telur penyu yang berada di pantai tersebut, kemudian telur penyu diamankan dan ditangkarkan hingga menetas," kata Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember Purwantono saat dihubungi per telepon dari Jember, Minggu.

Ia mengatakan pihaknya mendapat informasi terkait dengan penyu jenis Lekang yang bertelur di pesisir pantai selatan Jember sebanyak 111 butir beberapa waktu lalu, kemudian diamankan oleh petugas dan ditangkarkan hingga telur tersebut menetas sebanyak 32 ekor.

"Pelepasliaran tukik di Pantai Nyamplong Kobong merupakan yang perdana di Jember dan biasanya penyu sering mendarat di kawasan Pulau Nusa Barong, sehingga kami imbau masyarakat ikut melindungi satwa penyu dari kepunahan," tuturnya.

Puluhan tukik tersebut dilepas oleh petugas Bidang KSDA Wilayah III Jember bersama Satuan Polisi Peraian (Satpolair), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) Putra Lestari, serta nelayan sekitar.

"Saya mengimbau masyarakat untuk ikut melestarikan satwa penyu yang hampir punah, sehingga tidak memburu telur penyu, namun sebaliknya melindungi telur penyu," katanya.

Sementara Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda DLH Jember Nurul Hidayah yang hadir dalam acara pelepasliaran tersebut mengatakan penyu jenis lekang sangat penting untuk dilestarikan karena hewan itu merupakan salah satu jenis hewan yang dilindungi dan terancam punah.

"Perburuan liar, kerusakan habitat, sampah plastik di lautan dan perubahan iklim menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup penyu, sehingga upaya pelestarian penyu sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut," ujarnya.

Ia berharap pelepasliaran puluhan tukik itu dapat menambah populasi penyu di perairan Jawa Timur, sehingga jumlahnya meningkat. Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem laut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

40 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.