Capai 3.100 Kasus, Malaysia Dilanda Wabah TBC - Masyarakat Diminta Pakai Masker
📅 Minggu, 22 Feb 2026, 06:39 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
KUALA LUMPUR – Saat warga Malaysia berbondong-bondong ke pasar Ramadan dan acara berbuka puasa, Kementerian Kesehatan mengingatkan warga untuk memperhatikan tindakan pencegahan tuberkulosis (TB), terutama di tempat-tempat ramai dan tertutup.
Dari The Straits Times, dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Sabtu (21/2), kementerian tersebut mengatakan bahwa total 596 kasus tuberkulosis baru dilaporkan di seluruh negeri selama pekan epidemiologi keenam dari tanggal 8 hingga 14 Februari.
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa deteksi terbaru ini menjadikan jumlah kumulatif kasus tuberkulosis menjadi 3.161 di seluruh negeri.
“Ruang yang ramai, tertutup, dan berventilasi buruk meningkatkan risiko penularan, terutama jika ada individu dengan TB aktif yang belum diobati,” demikian pernyataan tersebut.
“Ramadan itu sendiri bukanlah penyebab penularan TBC. Namun, interaksi sosial yang lebih tinggi selama bulan tersebut dapat meningkatkan risiko terpapar.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Kementerian menekankan bahwa kesadaran masyarakat dan langkah-langkah proaktif merupakan kunci untuk deteksi dini, pengobatan yang efektif, dan pencegahan penyebaran TBC.
“Dengan tindakan bersama, kita dapat memastikan Ramadan yang aman dan sehat bagi semua,” tambah pernyataan itu.
“Tidak seperti influenza atau Covid-19, TBC menyebar lebih lambat dan biasanya membutuhkan paparan yang berkepanjangan dan berulang.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Masyarakat diimbau untuk mempraktikkan etika batuk dan bersin yang benar, memastikan ventilasi dalam ruangan yang baik, mengenakan masker jika bergejala atau berada di tempat ramai, dan mencari pertolongan medis jika batuk berlangsung lebih dari dua minggu atau gejala terkait TBC lainnya.
Rincian kasus menunjukkan bahwa Sabah mencatat jumlah tertinggi dengan 755 kasus, diikuti oleh Selangor dengan 596 kasus dan Sarawak dengan 332 kasus.
Johor berada di urutan berikutnya dengan 280 kasus, sementara wilayah federal Kuala Lumpur dan Putrajaya mencatat 244 kasus.
Kedah mencatat 181 kasus, diikuti oleh Penang dengan 172 kasus dan Perak dengan 154 kasus.
Kelantan mencatat 121 kasus, Pahang 103 kasus, Terengganu 74 kasus, dan Negeri Sembilan 62 kasus.
Sementara itu, Melaka mencatat 48 kasus, Perlis melaporkan 21 kasus, dan Wilayah Federal Labuan mencatatkan jumlah terendah dengan 18 kasus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!