Bupati Ungkap Enam Desa di Jepara Rawan Tenggelam akibat Abrasi
📅 Selasa, 17 Jun 2025, 23:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JEPARA – Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengungkapkan terdapat enam desa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang rawan tenggelam akibat abrasi, sehingga dibutuhkan sabuk pengaman pantai untuk mengamankan desa dari ancaman abrasi.
"Keenam desa yang teridentifikasi rawan tenggelam akibat abrasi, yakni Desa Tanggul Tlare, Kalianyar, Panggung, Bulak Baru, Kedungmalang, dan Surodadi," ujarnya saat melaksanakan program "Ngantor di Desa" dengan menyambangi Desa Menganti, Kecamatan Kedung, di Jepara, Selasa (17/6).
Ia mengungkapkan kegiatan tersebut difokuskan pada isu krusial yang mengancam wilayah pesisir Jepara, yakni abrasi pantai yang terus menggerus daratan dan mengancam keberadaan sejumlah desa di Kota Ukir.
Bahkan, kata dia, saat ini sudah ada desa yang dalam kondisi parah. Salah satunya yakni Dukuh Tlare di Desa Tanggul Tlare karena jarak pedukuhan dari bibir pantai sekitar 200 meter.
"Fokus kita yang utama lewat program 'Ngantor di Desa' kali ini yakni abrasi. Desa Tanggul Tlare dan Bulak Baru berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan berpotensi hilang," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk itulah, pihaknya meninjau langsung untuk melihat kondisi terkini. Selanjutnya akan dilaporkan ke pemerintah pusat agar ada perhatian khusus.
"Kami butuh sabuk pengaman pantai agar dua desa ini tidak hilang," katanya.
Ia mengungkapkan bahwa usulan pembangunan "sea wall" atau tanggul laut yang direncanakan sampai Jepara juga diusulkan terkait masalah abrasi tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mudah-mudahan segera masuk dan direalisasikan oleh pemerintah pusat. Estimasi anggaran masih kita hitung, mungkin satu hingga dua minggu ke depan sudah ada angka pastinya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa atau Petinggi Desa Tanggul Tlare Kosnadi mengungkapkan bahwa ancaman abrasi di wilayahnya bukan hal baru.
"Abrasi mulai terasa sejak tahun 1988. Dahulu ada dukuh yang berjarak 2 kilometer dari bibir pantai, namun kini sudah terkena abrasi dan direlokasi. Waktu itu sekitar 150 keluarga dipindahkan," ujarnya.
Saat ini, kata dia, jarak dukuh terdekat ke bibir pantai tinggal sekitar 200 meter. Jika tidak ada penanganan serius, diperkirakan dalam 10 tahun ke depan Dukuh Tanggul Tlare akan tenggelam sepenuhnya.
"Tanggul Tlare dihuni 250 keluarga dengan total 750 jiwa. Kami berharap ada penanganan khusus seperti pembangunan pagar pantai atau pemecah gelombang agar abrasi bisa dikendalikan," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!