Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bupati pastikan anak peroleh layanan pendidikan 13 tahun

📅 Sabtu, 09 Mei 2026, 22:50 WIB | Oleh:
Bupati pastikan anak peroleh layanan pendidikan 13 tahun Doc: ANTARA/HO-Pemkab Kepulauan Seribu.
Ket. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu mengikuti kegiatan Advokasi Pemberian Dukungan Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun di Gedung Mitra Praja, Jakarta, Jumat (8/5).

Jakarta -- Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan memastikan agar setiap anak di daerah kepulauan tersebut memperoleh layanan pendidikan sesuai dengan Kebijakan Belajar 13 Tahun di lingkungan sekolah.

"Pendidikan sebagai hak dasar setiap warga negara sekaligus fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” kata Fadjar dalam kegiatan Advokasi kepada Pemerintah Daerah dalam rangka Pemberian Dukungan Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun di Jakarta, Jumat (8/5).

Dia mengatakan layanan pendidikan tersebut dimulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Menurut dia, kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun mencakup satu tahun pra sekolah, yang merupakan langkah progresif untuk memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan.

Fadjar pun menegaskan Kabupaten Kepulauan Seribu mendukung penerapan Wajib Belajar 13 Tahun dengan melibatkan sejumlah pihak untuk meningkatkan akses dan pemerataan layanan PAUD.

Kemudian, mendorong sinergi lintas sektor, serta meningkatkan peran masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang anak di masa depan.

"Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan momentum ini sebagai langkah bersama dalam membangun ekosistem Pendidikan Anak Usia Dini yang inklusif dan berkelanjutan,” tutur Fadjar. 

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Kepulauan Seribu Muhammad Thohari menilai kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun merupakan momentum penting untuk memperkuat jenjang pendidikan sejak dini, mulai dari PAUD hingga SMA, serta sebagai upaya preventif terhadap angka Anak Tidak Sekolah (ATS).

"Pendidikan prasekolah satu tahun sebelum SD adalah fondasi krusial,” ujar Thohari.

Dengan mengintegrasikan PAUD ke dalam wajib belajar, pihaknya memastikan kesiapan mental dan kognitif anak sebelum memasuki jenjang formal.

“Akses layanan PAUD di wilayah Kepulauan Seribu telah merata, meski masih perlu peningkatan sarana prasarana, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik,” ungkap Thohari. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

16 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.