Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bukan Sekadar Limbah! Pakar IPB Bongkar Fakta: Jerami Bisa Disulap Jadi Bahan Bakar Alternatif

📅 Jumat, 21 Nov 2025, 14:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Sekadar Limbah! Pakar IPB Bongkar Fakta: Jerami Bisa Disulap Jadi Bahan Bakar Alternatif Doc: ANTARA FOTO/ Basri Marzuki.
Ket. Warga menata karung berisi jerami padi di atas kendaraan di Desa Sunju, Sigi, Sulawesi Tengah.

KOTA BOGOR – Menggali potensi bahan bakar alternatif menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi di tengah ketergantungan tinggi pada minyak fosil dan volatilitas harga global.

Diversifikasi energi melalui biofuel, limbah biomassa, hingga teknologi ramah lingkungan tidak hanya mengurangi emisi dan memperluas pilihan sumber daya, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di daerah penghasil bahan baku.

Selain itu, pengembangan bahan bakar alternatif dapat menekan tekanan impor energi sekaligus mendorong kemandirian nasional.

Dengan riset, insentif, dan kolaborasi industri yang tepat, Indonesia dapat membangun ekosistem energi yang lebih berkelanjutan, efisien, dan kompetitif.

Pakar yang juga pengajar Teknik Mesin dan Biosistem IPB University, Dr Leopold Oscar Nelwan, menyatakan jerami dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif.

Leopold dalam keterangan dari IPB, Kota Bogor, Jumat (21/11), mengatakan beberapa sumber memberi petunjuk bahwa jerami diperlakukan sebagai biomassa lignoselulosa dalam proses konversi menjadi bahan bakar.

"Yang dimaksud dengan bahan bakar adalah hidrokarbon, bukan etanol atau biodiesel, karena hanya hidrokarbon yang memenuhi standar komersial jika dipasarkan secara murni untuk mesin," ujarnya.

Hidrokarbon merupakan senyawa yang tersusun dari karbon dan hidrogen, yang umumnya diklasifikasikan menjadi paraffin, isoparaffin, olefin, dan aromatik.

Jumlah karbon menentukan sifat fisik dan penggunaan bahan bakar tersebut, misalnya, bensin berada pada rentang C5–C12 dan solar pada C12–C20.

Leopold menerangkan terdapat banyak jalur konversi biomassa lignoselulosa menjadi hidrokarbon, meski sebagian besar masih pada tahap penelitian.

Beberapa jalur populer yang dia sebutkan meliputi proses termokimia seperti gasifikasi yang dilanjutkan dengan sintesis Fischer–Tropsch (FT), serta pirolisis cepat yang menghasilkan bio-oil yang dilanjutkan melalui proses hydrotreating.

Selain itu, Dr Leopold menjelaskan konversi melalui hidrolisis monosakarida, baik direct sugar to hydrocarbon conversion (DSHC) maupun via etanol dengan mekanisme alcohol to hydrocarbon.

"Dari seluruh proses tersebut, yang paling mendekati tahap komersialisasi adalah gasifikasi dan FT, karena prinsipnya telah diterapkan pada konversi batu bara," katanya.

Menurut dia, banyak tahapan proses konversi baik dari proses termokimia maupun melalui hidrolisis monosakarida memerlukan katalis khusus serta kondisi operasi bersuhu dan bertekanan tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.